6 Destinasi Wisata Religi Indonesia yang Menarik Dikunjungi

oleh -78 kali dilihat
6 Destinasi Wisata Religi Indonesia yang Menarik Dikunjungi
Masjid Baiturrahman, Aceh-foto/ist
Irhyl R Makkatutu

Klikhijau.com – Destinasi wisata di Indonesia terus berkembang dan membiak. Banyak tempat bisa dikunjungi untuk memanjakan mata dan batin.

Destinasi wisata Indonesia juga cukup beragam, mulai dari kuliner, alam, bahari hingga wisata relegi. Wisata religi  telah menjadi distinasi yang cukup menarik. Karena tidak hanya menawarkan pemandangan dan budaya. Lebih dari itu, juga bisa mengenyangkan wisatawan secara rohani.

Karena salah satu tujuan wisata jenis ini adalah  untuk memenuhi kebutuhan rohani manusia sehingga bisa lebih mendekatkan diri kepada sang Pencipta.

Tiara Anggraini Putri (2019) dalam skripsinya mengutarakan potensi wisata religi saat ini sedang berkembang. Wisata jenis ini sering juga dengan ziarah.

KLIK INI:  Taman Buru Ko'mara, Historiografi dan Keanekaragaman Hayatinya

Wisata ziarah merupakan  sebuah perjalanan yang dilakukan tanpa paksaan alias sukarela dan bersifat sementara.

Tempat yang dikunjungi pun bukan tempat biasa, tapi tempat-tempat yang dianggap suci atau keramat. Di tempat itu, pengunjung selain menikmati pemandangan, juga untuk berdoa atau dengan motivasi agar memperoleh pengalaman, pendalaman, dan penghayatan nilai-nilai religi/spiritual.

Tiara menuturkan bahwa secara substansial, destinasi wisata religi merupakan  sebuah perjalanan keagamaan. Tujuannya adalah untuk memenuhi dahaga spiritual seseorang dengan harapan agar   jiwa pengunjung yang kering. Bisa kembali basah oleh hikmah-hikmah religi atau agama.

Cakupan wisata ini pun cukup luas, tidak terbatas hanya pada tempat-tempat beribadah atau pemujaan. Namun, semua  tempat yang bisa menggairahkan cita rasa religiusitas pengunjung. Karena dengan wisata religi, yang  pengunjung dapat memperkaya wawasan dan pengalaman batin dan memperdalam rasa spiritual keagamaannya

Wisata religi ini, tidak mencakup pula satu umat beragama saja. Namun, bisa dilakukan oleh setiap orang dengan agama apa pun dianutnya. Pun demikian halnya dengan objek wisata religinya sendiri, setiap agama memilikinya.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif belum lama ini merilis enam destinasi wisata religi di akun Instagramnya @kemenparekraf.ri, yaitu:

  • Masjid Raya Baiturrahman

Letak berada di provinsi paling barat Indonesia, yakni Aceh. Masjid ini memiliki sejarah ketangguhan yang luar biasa dan yang membuat kita berdecak kagum. Sebab ia selamat dari terjangan Tsunami tahun 2004 silam.

Masjid Raya Baiturrahman dibangun pada era Kesultanan Aceh. Sebelum diterjang Tsunami, ketangguhan masjid ini juga pernah diuji dengan lahapan api oleh Belanda. Sayangnya ketangguhannya saat itu teramat rapuh. Masjid kebanggaan masyarakat Aceh itu habis terbakar.

Dan pada tahun 1879 masjid ini dibangun kembali. Kini ia tetap kokoh berdiri dan menjadi legenda di tanah air. Pilihan wisata relegi ke tempat ini akan sangat tepat untuk menebalkan iman umat Islam.

KLIK INI:  Para Ilmuwan Ubah Botol Plastik Bekas Jadi Perasa Vanila
  • Gua Maria Pohsarang

Gua ini memiliki 12 pancuran. Ke 12 pancaruran itu menjadi simbol dari 12 rasul. Terletak di Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Lokasinya kerap menjadi tujuan untuk melaksanan Misa Novena.

Gua ini  terdapat di lereng Gunung Wilis. Ia berada pada ketinggian 400 meter di atas permukaan laut. Memiliki suhu udara  yang cukup sejuk antara  21-25 derajat Celcius.

Jika ingin mengunjunginya, cukup Anda bergerak arah barat daya Kota Kediri. Jaraknya sekitar 10 km.

  • Pura Tanah Lot

Letak destinasi religi ini adalah Bali. Pura ini dipercaya dibangun oleh  Dang Hyang Niratha. Beliau merupakan tokoh agama yang dihormati pada abad ke 16 silam.

Pura Lot menjadi tempat ibadah umat Hindu. Keberadaannya dianggap penting dan sangat disucikan di Bali, Indonesia.

Ada dua dua buah pura yang terletak di atas batu besar. Satu terletak satunya terletak di atas tebing dan satunya lagi di atas bongkahan batu.

Pura ini merupakan bagian dari pura Dang Kahyangan  yang menjadi pemujaan dewa-dewa penjaga laut.  Jika ingin melihat indahnya matahari terbenam Tanah Lot ini terkenal sebagai tempat tepat.

  • Gereja Blenduk

Gereja ini terletak di Semarang. Dibangun pada masa kolonial Belanda pada tahun 1753. Salah satu daya tarik yang dimilikinya adalah terdapat koleksi Alkitab berbahasa Belanda yang pernah diterbitkan pada tahun 1784.

GPIB Immanuel Semarang ini merupakan gereja  tertua di Jawa Tengah.Bentuknya oktagonal atau persegi delapan. Terletak di di Jl. Letjend. Suprapto 32.

Ia memiliki kubah yang besar, di dalamnya terdapat sebuah orgel Barok dan dilapisi perunggu.

KLIK INI:  7 Spot Wisata Alam Menarik yang Ada di Sekitar Taman Buru Ko’mara
  • Kelenteng Kwon Sing Bio

Kelenteng ini bisa jadi tujuan destinasi religi yang menarik. Selain bangunannya yang indah dan bisa memanjakan mata. Kelenteng ini juga menjadi yang terbesar ketiga di Asia Tenggara.

Ia diperkirakan dibangun pada tahun 1773 lampau. Kwan Sing Bio sendiri memiliki makna sebagai tempat pemujaan dan penghormatan kepada Dewa Kwan Kong.

Kelenteng ini berada di pinggir jalan raya Pantura. Tepatnya di Jalan Martadinata No.1, Kelurahan Karangsari, Kecamatan Kota Tuban, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, yang menjadi satu-satunya kelenteng di dunia yang menghadap ke laut.

  • Maha Vihara Mojopahit

Letak Wihara ini  berada Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Provinsi Jawa Timur, Indonesia.

Dibangun di atas lahan yang cukup luas, yakni  20.000 meter persegi. Bangunan utamanya khas Indonesia, karena menggunakan gaya arsitektur Jawa dan beratap joglo.

Usia Wihara ini masih tergolong muda. Proses pembangunannya sendiri baru pada tahun 1987 dan diresmikan pada tanggal 31 Desember 1989.

Hal menarik dari Maha Vihara Mojopahit ini adalah patung Patung Buddha Tidur yang menjadi patung terbesar di negara ini dan terbesar ketiga di Asia Tenggara dengan panjang 22 meter, lebar 6 meter, serta tinggi 4,5 meter. Patung ini telah menjadi salah satu ikon wisata Mojokerto.

Itulah 6 destinasi wisata yang bisa dikunjungi di Indonesia.

KLIK INI:  Di Pulau Larea-rea yang Sepi, Mahasiswa Jepang dan Unhas Lepas Tawa