5 Cara Sederhana Persemaian dan Tanam Porang dengan Bulbil

oleh -448 kali dilihat
5 Cara Sederhana Persemaian dan Tanam Porang dengan Bulbil
Foto tanaman porang Abidin Wakur di Sinjai - Foto/FB: Abidin Wakur
Irhyl R Makkatutu

Klikhijau.com – Porang, kini telah telah merasuk ke kepala warga di kampung saya. Tak ada hari tanpa pembahasan tanaman liar itu. Iya, dulu porang memang tanaman liar sebelum menjelma jadi tanaman primadona.

Sejak ia memiliki harga jual, para petani mulai meliriknya. Dan rasa-rasanya puncak dari euforia warga terhadap porang terjadi tahun ini.

Nyaris tak ada hari tanpa pembahasan porang—yang di kampung saya Kindang, Bulukumba, Sulawesi Selatan bernama tire.

Setiap ada warga  bertemu, yang mereka bahas adalah tire. Tanaman bernama latin Amorphophallus oncophyllus Prain itu “menyingkirkan” pesona cengkih dan kopi yang dulu jadi andalan.

Pun demikian di beranda sosial media, khususnya facebook. Setiap hari ada saja postingan tentang porang. Hal itu disebabkan karena harganya yang menjanjikan dan perawatannya yang relatif mudah. Hanya sekali tanam saja bisa panen seterusnya.

Nah, untuk mengembangbiakkan porang atau tire. Ada beberapa bagiannya yang bisa jadi bibit. Salah satunya adalah bulbil. Di kampung saya, bulbil lebih dikenal dengan buah katak. Buah inilah yang paling “andalan” ditanam karena cepat tumbuh dan memberi harapan panen yang lebih cepat pula.

KLIK INI:  Peach Berpadu Pink, Warna yang Menawan Hati

Cara paling sederhana yang biasa dilakukan orang adalah membibitnya di polybag atau menamamnya langsung. Ada juga yang membiarkannya tumbuh liar saja. Cara itu dianggap baik untuk memperbanyak porang.

Bulbil menurut  yang tertuang di akun Instagram resmi Kementerian Pertanian Republik Indonesia, @kementerianpertanian adalah cara paling efektif memperbanyak porang selain umbi dan buah yang berasal dari bunganya. Kenapa?

Itu karena satu tanaman porang bisa menghasilkan 1-20 biji bulbil, dengan bentuk dan ukuran yang berbeda-beda. Tergantung dari letak pada percabangan tulang daun. Semakin berada di ujung tulang daun, akan semakin kecil pula bulbil yang dihasilkan.

Alasan lainnya karena buah katak ini atau bulbil dapat dipanen ketika tanaman memasuki fase penuaan dan menjelang dorman.

Dorman sendiri menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) memiliki arti berkenan dengan terhambatnya pertumbuhan (perkembangan)  untuk sementara waktu, meskipun keadaan lingkungan sebenarnya bersifat menunjang (air dan cahaya cukup serta suhu naik).

Porang pada masa-masa tertentu, khususnya jelang kemarau akan mengalami Dorman. Karena itulah, biasanya pada waktu-waktu tersebut bulbil akan berjatuhan ke tanah.

KLIK INI:  Sah Kelola KHDTK, Universitas Brawijaya akan Kembangkan Tire

Dan pada saat kemarau, porang akan “mati” dan kembali tumbuh saat tersiram air hujan di kisaran bulan November sampai Januari.

Porang termasuk dalam familia Araceae (talas-talasan). Ia masuk dalam golongan genus Amorphophallus. Ramdana Sari dan Suhartati dalam Dewanto dan Purnomo (2015) menjelaskan jika  tumbuhan ini berupa semak (herba) yang dapat dijumpai tumbuh di daerah tropis dan sub-tropis.

Porang melahirkan harapan pada umbinya bagi petani. Umbi porang terdiri atas dua macam, yaitu umbi batang yang berada di dalam tanah dan bulbil yang terdapat pada setiap pangkal cabang atau tangkai daun.

Masih menurut Ramdana sari dan Suhartati, tumbuhan porang dapat berkembang biak secara generatif melalui biji. Selain bulbil porang akan berbunga pada setiap periode 3 – 4 tahun, selanjutnya menghasilkan biji/buah. Dalam satu tongkol buah dapat menghasilkan biji ±250 butir yang dapat dijadikan benih/bibit dengan cara disemaikan terlebih dahulu.

Porang baik bulbil atau biji buahnya mengalami dorman sepanjang musim kemarau, oleh karena itu, untuk persiapan perbanyakan diusahakan bertepatan dengan periode musim hujan. Bagaimana cara persemaian porang dengan bulbil, berikut 3 caranya:

KLIK INI:  Musim Hujan, Legislator Ini Tanam 40.000 Pohon Porang di Kajang
  1. Siapkan campuran pasir dan tanah atau kompos sebagai bahan persemaian
  2. Bulbil disemaikan dengan posisi mata-matanya menghadap ke atas agar cepat bertunas.
  3. Setelah bertunas benih siap dipindahkan.

Sedangkan untuk penanaman porang, sebaiknya dilakukan dengan dua cara ini:

  1. Untuk hasil yang optimal. Tanaman ini dapat ditanam dengan jarak 35-70. Jarak itu dianggap optimal untuk tanam awal. Dan dalam perkembangannya bisa diperlebar 2-3 kali.
  2. Bila jarak tanam tidak diubah dari awal hingga panen, bulbil yang jatuh diambil dan tidak tertanam selama masa penanaman.

Itulah lima cara menyemai bulbil dan cara menanamnya agar menghasilkan hasil yang memuaskan. Oya,  meski porang kini sedang populer, khususnya di kampung saya. Namun, rupanya masih ada beberapa daerah di tanah air yang bingung perihal tanaman ini

Semisal akun ilmuan_mudah1616 yang memberi komentar di postingan instagram Kementan “Daerah saya banyak min kayak gitu, tapi gak tau cara pengelohannya  dan pemasarannya,” tulisnya.

Sementara akun@-pujay memberi komentar begini  “Pengen budidaya porang, tapi di Malang belum ada pengepulnya. Sedangkan akun @abdrahim24 mempertanyakan di mana bisa mendapat bibit porang “Cara pengambilan bibit porang di mana? Dan apakah cocok ditanam di dataran rendah yang tiap tahunnya kena banjir?” tanyanya.

Hmm, porang adalah komoditi ekspor yang cukup menjanjikan. Jadi, selamat menanam, selamat merasai aroma tanah.

KLIK INI:  Ashar, Bibit Porang, dan Manfaat Menakjubkannya bagi Kesehatan