4 Jenis Sengon yang Tumbuh di Indonesia yang Perlu Diketahui

oleh -13 kali dilihat
Pohon Sengon, Tanaman HTI yang Mudah Beradaptasi
Pohon sengon-foto/Wikipedia

Klikhijau.com – Bagi peternak, pohon sengon adalah berkah tersendiri. Itu karena daunnya bisa jadi pakan ternak yang mengandung protein yang tinggi.

Jenis ternak yang biasa memakan daun sengon, yaitu kerbau, kambing, dan sapi. Tanaman dengan tajuk yang menyerupai perisai dan rindang ini mudah tumbuh.

Tidak hanya itu, juga mudah beradaptasi sehingga kerap pula dijadikan sebagai penaung. Ia memiliki kumpulan daun yang tersusun majemuk dan menyirip ganda.

Di Indonesia ada beberapa varian dari pohon ini yang cukup terkenal, di antaranya:

KLIK INI:  Membincangkan 4 Spesies Baru Kepiting yang Ditemukan di Indonesia
  • Sengon laut

Sengon jenis ini memiliki julukan tersendiri di setiap daerah di mana ia tumbuh. Misalnya di Jawa, dinamai albasiah, sementara di Maluku disebut selawaku atau sika.

Sedangkan di Papua, namanya wahogon. Jenis sengon adalah jenis yang  mudah diolah dengan proses pengeringan yang tidak membutuhkan waktu  lama.

  • Sengon buto

Jenis ini juga dikenal dengan Sengon Merah. Ia memiliki  tajuk yang rindang dan perakaran yang menancap dalam.

Sifat akarnya tumbuh dalam itu, membuat jenis sengon ini cocok  dimanfaatkan sebagai konservasi air dan tanah.

Hal menarik lainnya dari jenis ini adalah  ia  paling cepat tumbuh jika dibandingkan dengan variasi pohon sengon lainnya.

Karena itu, jika ingin membudidayakan pohon sengon, jenis ini sangat cocok apabila ingin dijadikan sebagai bahan baku industri maupun reboisasi.

Ciri khas dari jenis ini adalah kulit batangnya memiliki  tekstur yang kasar. Warnanya coklat kemerah-merahan. Namun, yang perlu diwaspadai dari jenis ini adalah ia mudah patah.

KLIK INI:  Menelusuri Jejak Kelelawar Endemik Sulawesi yang Kharismatik di TN Babul

Daerah persebarannya secara alami  adalah di daerah Amerika bagian utara, tengah, dan bagian selatan Mexico.

Jenis sengon ini dapat dapat tumbuh pada kondisi tanah yang kurang baik dan iklim yang kering. Ia bisa bertumbuh pada di ketinggian 30–1.185 mdpl.

  • Sengon tekek

Ciri dari jenis ini adalah ujung batangnya berwarna coklat kemerahan. Ia  mempunyai kekuatan yang rapuh dibandingkan dengan jenis sengon yang lain. Jenis ini mudah patah.

Meski begitu, jenis ini memiliki manfaat yang besar, karena dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan multipleks, kayu bakar, dan kertas.

  • Sengon solomon

Sengon jenis termasuk pohon dengan tingkat pertumbuhan yang cepat. Itu pula yang jadi alasan banyak yang membudidayakannya.

Saking cepatnya pertumbuhannya, saat berumur 2 tahun saja, diameter tumbuhan jenis ini sudah mencapai 14 meter.

Jenis juga termasuk pohon dengan tingkat pertumbuhan yang cepat. Itu pula yang jadi alasan banyak yang membudidayakannya.

KLIK INI:  Mengenal Senggani, Tanaman Liar dengan Ragam Manfaat Istimewa

Saking cepatnya pertumbuhannya, saat berumur 2 tahun saja, diameter tumbuhan jenis ini sudah mencapai 14 meter.

Jenis ini bisa tumbuh mencapai  tinggi hingga  40 meter dengan diameternya 100 meter. Ia memiliki akar tunggang dan kuat yang bisa  menembus ke dalam tanah.

Hal lain yang berbeda dari jenis ini, karena ia bisa tumbuh lebih tinggi dari yang lainnya. Hanya saja percabangannya tidak begitu banyak dan cenderung  lurus.

Sengon jenis ini memiliki klasifikasi ilmiah, yakni kingdom Plantae, subkingdom Tracheobionta superdivisi Spermatophyta, divisi Magnoliophyta, kelas Magnoliopsida, subkelas Rosidae, ordo Fabales, famili Fabaceae, genus Paraserianthes, spesies Paraserianthes falcataria (L.) I.C. Nielsen.

Nah, sahabat hijau, itulah 4 jenis pohon sengon yang tumbuh di Indonesia. Oya, pohon sengon dalam  segi harga, tidak terlalu “menggiurkan” alias cukup murah dibanding jenis kayu lainnya.

Harganya pun cukup beragam tergantung dari ukurannya. Namun, meski memiliki harga yang murah, pohon jenis ini penting dibudidayakan, dirawat dan dipelihara demi lingkungan yang lebih sehat.

KLIK INI:  Babadotan, Gulma yang Tumbuh di Gerbang Antara