4 Fakta tentang Avigan, Obat yang Dipesan Jokowi untuk Halau COVID-19

Publish by -374 kali dilihat
Penulis: Ahmad Fikri
avigan
Ilustrasi-Foto/Analisa Aceh

Klikhijau.com –Kabar gembira sedikitnya mengurangi kegalauan saat Presiden Joko Widodo menyebutkan bakal rapid test secara massal untuk mendeteksi awal virus corona Covid-19. Selain itu, Presiden juga berencana menyiapkan obat Avigan atau Klorokuin yang dinilai ampuh mengobati virus corona.

“Obat pertama yang akan didatangkan adalah obat flu Avigan. Kita telah mendatangkan lima ribu, akan kita coba dan dalam proses pemesanan dua juta. Sementara itu, obat kedua adalah chloroquin yang telah disiapkan sebanyak tiga juta,” katanya, saat temu media di Istana negara, Jumat (20/3/2020).

Banyak yang kemudian bertanya-tanya, apa itu Avigan serta seberapa ampuh obat ini melawan virus sekaliber COVID-19. Berikut ini kami merangkum 4 fakta penting perihal Avigan yang penting Anda ketahui.

  1. Apa itu avigan?

Avigan atau Favipiravir adalah obat antivirus yang berasal dari Jepang dan diproduksi oleh Fujifilm Toyama Chemical, dan Zheijang Hisun Pharmaceutical. Pada awalnya, obat ini diproduki untuk pengobatan virus unfluenza.

Pada Februari lalu, Avigan sudah diujicoba pada sejumlah pasien Covid-19. Hasilnya menggembirakan. Otoritas medis di Cina mengatakan obat yang digunakan di Jepang untuk mengobati jenis baru influenza ini tampaknya efektif pada pasien COVID-19.

KLIK INI:  Menjadikan Pandemi Covid-19 Momentum untuk Berhenti Merokok

“Obat ini memiliki tingkat keamanan yang terbukti tinggi dan jelas efektif untuk digunakan (melawan virus corona),” tutur Zhang Xinmin, pejabat Kementerian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi China kepada The Guardian Dilansir Kompas.com.

Live Science menyebutkan, Avigan secara khusus dibuat untuk mengobati virus RNA. Virus corona baru yang menyebabkan Covid-19 memang memiliki materi genetik utama RNA, bukan DNA. Obat ini menghentikan replikasi virus dengan melumpuhkan enzim yang disebut RNA Polimerase.

  1. Sudah diproduksi sejak kapan?

Seperti diketahui, produsen Avigan yakni Fujifilm Toyama mengembangkan obat ini sejak tahun 2014 dan sukses diujicoba untuk pasien COVID-19 sejak Februari.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien yang menerima obat teruji negatif dalam waktu singkat, sedangkan gejala pneumonia sangat berkurang.

Walau begitu, hingga saat ini, Avigan masih terus dikembangkan. Para ilmuwan juga tengah menunggu hak paten obat tersebut agar bisa mengembangkan obat generiknya.

KLIK INI:  Divonis Bersalah Kasus Karhutla, Siti: Justru Pak Jokowi yang Membenahi
  1. Sudah melewati uji klinis?

Uji klinis terhadap Avigan dilakukan pada 200 pasien di rumah sakit Wuhan dan Shenzen Februari lalu. Dari Shenzhen sendiri, menyumbang 80 pasien, 35 pasien yang menerima perlakuan obat oral favipiravir, dan 45 orang dalam grup kontrol (tidak minum obat favipiravir), mengutip dari Xinhuanet.

Zhang Xinmin, seorang pejabat di kementerian ilmu pengetahuan dan teknologi China, mengatakan bahwa favipiravir, memberikan hasil yang menggembirakan dalam uji klinis di Wuhan dan Shenzhen yang melibatkan 340 pasien.

“Pasien yang diberi obat di Shenzhen berubah status menjadi negatif setelah rata-rata empat hari setelah menjadi positif, dibandingkan dengan rata-rata 11 hari untuk mereka yang tidak diobati dengan obat tersebut,” kata penyiar publik NHK.

Selain itu, sinar-X mengkonfirmasi peningkatan kondisi paru-paru pada sekitar 91 persen pasien yang diobati dengan favipiravir. Dibandingkan dengan 62 persen atau mereka yang tidak menggunakan obat.

KLIK INI:  Selain Rendah Kalori, Jamur Juga Bisa Penuhi Kebutuhan Vitamin Harian
  1. Produsennya sejatinya bergerak di sinematografi

Mendengar nama produsen obat Avigan, Anda tentu terpikir kalau ada sesuatu yang janggal. Perusahaan itu bernama Fujifilm Holdings. Yah, ini adalah perusahaan yang selama ini identik dengan dunia fotografi dan sinematografi di Jepang. Namun, perusahaan ini juga memasarkan obat influenza bermerek Avigan.

Di tengah guncangan wabah COVID-19, perusahaan fotografi ini mendadak viral dan terkenal. Permintaan obat Avigan pada Fujifilm Holding kini membludak. Saham perusahaan ini mendadak meroket di Jepang.

Kenaikannya bisa lebih signifikan lagi pasca adanya permintaan khusus dari Pemeritah Jepang untuk meningkatkan produksi obat Avigan.

Banyak pihak berharap banyak dengan obat satu ini bisa mengakhiri kecemasan jumlah pasien positif corona yang dari waktu ke waktu terus bertambah.

KLIK INI:  12 Wabah Paling Mencekam dalam Sejarah Dunia Selain Covid-19
Editor: Anis Kurniawan
Sumber: Beberapa sumber

KLIK Pilihan!