2 Minggu Tidak Berolahraga Bisa Sebabkan Kardiovaskular, Penyebab Utama Kematian

Publish by -10 kali dilihat
Penulis: Redaksi
2 Minggu Tidak Berolahraga Bisa Sebabkan Kardiovaskular, Penyebab Utama Kematian
Ilustrasi olahraga/Foto-runnerspoint

Klikhijau.com – Mengapa kita harus berolahraga? Sepenting apa olahraga bagi kita? Rasanya pertanyaan itu bisa dijawab hampir semua orang. Apalagi jika memang orang itu rutin berolahraga.

Pedoman aktivitas kesehatan yang ada saat ini menganjurkan orang dewasa melakukan paling sedikit 150 menit aktivitas yang sedang atau 75 menit aktivitas yang intens, misalnya olahraga setiap minggu.

Selain menyehatkan dan menyegarkan tubuh, berolahraga juga dapat membantu proses diet, melawan penyakit, meningkatkan fungsi otak, menunda proses penuaan, dan meningkatkan energi.

Tapi pada kenyataannya, penelitian menemukan bahwa satu dari empat orang dewasa dinilai tidak cukup aktif.

KLIK INI:  Temukan Kesehatan yang Lebih Baik dengan Cara Menanam Pohon

Alasannya banyak, sebagian karena mengendarai mobil saat berangkat kerja. Apalagi bagi mereka yang bekerja kantoran, kerap kali hanya fokus dengan apa yang dikerjakan. Ini membuatnya jarang beranjak dari meja, kecuali saat ke kamar mandi atau mengambil air minum.

Singkatnya, meskipun sibuk, kita tidak banyak bergerak dan lupa berolahraga. Tetapi setelah berhadapan dengan tekanan pekerjaan dari minggu ke minggu, kita cenderung menginginkan untuk bersantai di pantai.

Selama berlibur itu, kita tidak melakukan apa-apa selain bersantai. Tapi bukan ini yang dibutuhkan tubuh kita. Bahkan, sebenarnya itu lebih berbahaya daripada yang disadari.

Sebuah penelitian yang meneliti efek apa saja yang akan terjadi dalam tubuh akibat minimnya aktivitas fisik dalam waktu singkat.

Hasil penelitian menemukan bahwa tidak melakukan aktivitas serius selama dua minggu dapat meningkatkan risiko penyakit serius, seperti penyakit kardiovaskular. Penyakit ini adalah penyakit karena gangguan jantung dan pembuluh darah.

Sejak 1950-an, hubungan antara aktivitas fisik sehari-hari dengan kesehatan pertama kali diidentifikasi dalam studi pada para pekerja transportasi di London. Studi ini menemukan, sopir bus lebih mungkin mengalami serangan jantung dibandingkan rekan mereka, kondektur bus.

KLIK INI:  Begini Cara Memastikan Benar Tidaknya Sebuah Berita tentang Kesehatan
Kardiovaskular penyebab utama kematian di seluruh dunia

Dosen Senior Ilmu Olah Raga John Moores University, Tori Sprung dan tim meneliti dengan tepat apa efek berbahaya akibat tidak aktif secara fisik.

Penelitian merekrut orang muda yang berusia 18-50 tahun dengan berat badan sehat (Indeks Massa Tubuh kurang dari 30) dan aktif secara fisik berjalan rata-rata lebih dari 10.000 langkah per hari.

Setelah mengukur kesehatan pembuluh darah, komposisi tubuh, dan kontrol gula darah, partisipan diminta untuk tidak aktif secara fisik selama dua minggu.

Untuk mencapai hal ini, para partisipan diberi alat penghitung langkah. Mereka diminta untuk tidak melebihi 1.500 langkah per hari atau setara dengan sekitar dua putaran lapangan sepak bola.

Setelah dua minggu, peneliti kembali mengukur kesehatan pembuluh darah, komposisi tubuh, dan kontrol gula darah mereka. Dua minggu berikutnya, mereka diminta lagi untuk melanjutkan rutinitas normal mereka.

Setelah dua minggu, peneliti kembali melakukan pemeriksa penanda kesehatan partisipan. Hal ini untuk melihat apakah mereka kembali ke tingkat sebelum percobaan ini dilakukan.

Kelompok partisipan berhasil mengurangi jumlah langkah dari rata-rata sekitar 10.000 langkah per hari. Akibatnya, partisipan mengalami peningkatan waktu tidur rata-rata 103 menit per hari.

Fungsi arteri menurun setelah periode tidak aktif selama dua minggu. Tetapi kembali ke tingkat normal setelah dua minggu mereka kembali mengikuti gaya hidup normal mereka.

Begitulah tingkat aktivitas mempengaruhi kesehatan pembuluh darah, karena sebagian besar penyakit kardiovaskular dimulai di sini. Sebagian besar dari kita tidak menyadari bahwa pembuluh darah adalah sistem yang kompleks.

Peneliti juga menemukan, setelah dua minggu tidak aktif secara fisik, terjadi penurunan fungsi arteri. Ini menunjukkan awal dari perkembangan penyakit kardiovaskular.

KLIK INI:  Tentang Kafein dan Membuat Kopi Tanpa Kafein
Faktor risiko lainnya

Dalam penelitian, para peneliti juga mengamati peningkatan faktor risiko lain, seperti lemak tubuh, lingkar pinggang, kebugaran dan penanda diabetes, termasuk lemak hati, dan sensitivitas insulin.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kita perlu membuat perubahan pada pesan kesehatan masyarakat. Juga menekankan efek berbahaya bahkan akibat ketidakaktifan fisik jangka pendek.

Perubahan kecil pada kehidupan sehari-hari dapat memiliki dampak signifikan pada kesehatan yang positif atau negatif.

Cukup meningkatkan aktivitas fisik harian dapat memiliki manfaat yang terukur. Termasuk berjalan kaki sepuluh menit selama jam makan siang, berdiri dari meja setiap jam sebagai jeda waktu duduk. Atau bisa juga dengan memarkir mobil agak jauh agar berjalan lebih jauh.

Konsekuensi kesehatan dari perilaku tidak aktif sangat parah dan banyak. Bergerak lebih banyak dalam kehidupan sehari-hari bisa menjadi kunci dalam meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.

KLIK INI:  Lari Sekali Seminggu Bisa Kurangi Risiko Kematian Dini, Benarkah?
Editor: Ian Konjo

KLIK Pilihan!