16 Rekomendasi Walhi Sulsel Atas Persoalan Sampah di KSN Mamminasata

oleh -7 kali dilihat
16 Rekomendasi Walhi Sulsel atas Persoalan Sampah di KSN Mamminasata
16 Rekomendasi Walhi Sulsel atas Persoalan Sampah di KSN Mamminasata

Klikhijau.com – Hmmm, persoalan sampah memang membuat puyeng. Ia dihindari, tapi tetap diproduksi. Tak ada manusia yang tak menghasilkan sampah, tak ada.

Namun meski begitu, sampah harusnya tak jadi masalah jika ditangani dengan baik. Ia bisa menghasilkan sesuatu yang baik, yang bernilai, dan tak menjijikkan.

Sayangnya penanganannya belum baik, maka yang ada adalah bencana. Sampah menjadi persoalan bersama. Bukan lagi kelompok atau individu.

Agar tak jadi masalah berlarut-larut dan menenggelamkan. Diperlukana kerja keras dan upaya untuk mengatasinya.

KLIK INI:  Ekspansi Kelapa Sawit dan Ancaman yang Dibawanya Terhadap Lingkungan

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia Sulawesi Selatan (Walhi) Sulsel mencoba menerobos dengan ide untuk mengurai permasalah sampah di Kawasan Strategis Nasional (KSN) Makassar, Maros, Sungguminasa, dan Takalar  (Mamminasata)

Setelah melakukan riset kurang lebih 40 hari terkait persepsi dan pengelolaan sampah di  KSN  Mamminasata. Maka pada hari Jumat, 4 Juni 2021, Walhi Sulsel menggelar launching hasil riset ‘Dari Hulu ke Hilir: Persepsi dan Pengelolaan Sampah di KSN Mamminasata.

Kegiatan tersebut juga untuk memperingati Hari Lingkungan Hidup Internasional yang diperingati pada setiap tanggal 5 Juni.

Kegiatan itu menghadirkan narasumber Mira Janna yang merupakan salah satu dari Tim Riset Sampah Walhi Sulawesi Selatan. Sedangkan untuk penanggap Walhi Sulsel menghadirkan Ir. Andi Hasbi Nur selaku Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Prov. Sulsel dan Makmur, yang merupakan  Direktur YAPTA-U.

Diskusi dan peluncuran hasil riset sampah mengenai kondisi persampahan di empat kabupaten/kota tersebut  diberi judul “Diskusi dan Launching Hasil Riset Sampah dari Hulu ke Hilir: Persepsi dan Pengelolaan Sampah di KSN Mamminasata’.

Riset itu memotret banyak hal terkait persampahan, seperti tata kelola sampah di TPA, persepsi masyarakat, proyeksi tumpukan sampah di masa yang akan datang, temuan lapangan, dan juga kajian kritis mengenai lokasi TPA Kawasan Mamminasata di Pattallassang Gowa.

Rekomendasi Walhi Sulsel
KLIK INI:  Menteri LHK Lepas Jenazah Rimbawan dengan Penuh Duka

Pada kegiatan itu Walhi Sulsel menelurkan 16 rekomnsasi untuk mengatasi persoalan sampah di KSN mamminasata, yaitu:

  1. Mendorong kepada setiap pemerintah daerah agar memasukkan pengelolaan sampah berbasis kawasan dalam dokumen RPJMD kabupaten/kota.
  2. Penguatan dan pengawalan regulasi terkait pengurangan atau pembatasan sampah plastik sekali pakai.
  3. Meningkatkan sistem pengelolaan sampah di semua TPA Kawasan Mamminasata dengan model sanitary landfill.
  4. Membuat program dan menerapkan model pengelolaan sampah berbasis organik.
  5.  Mengkaji ulang pembangunan PLTSa dengan teknologi termal seperti incinerator.
  6.  Adanya program pendidikan secara berkelanjutan terkait dengan kesadaran terhadap lingkungan hidup yang bersih dan sehat.
  7.  Memperbaiki dan atau menambahkan infrastruktur pengelolaan sampah di masing-masing TPA.
  8.  Memaksimalkan pelayanan penerimaan sampah di masing-masing TPA.
  9.  Perlu adanya monitoring dan evaluasi terkait pengelolaan sampah di tingkat perumahan perkotaan, pedesaan, dan kawasan pesisir.
  10.  Penambahan infrastruktur pengelolaan sampah di pasar-pasar tradisional di KSN Mamminasata.
  11.  Dukungan pada program Adiwiyata (Program KLHK) dan TPS3R (PUPR).
  12.  Peningkatan angka penanganan (pengangkutan pengelolaan) minimal seperti target Nasional di 2030 dengan 70 persen penanganan dan 30 persen pengurangan.
  13.  Pelibatan masyarakat secara meluas dalam gerakan pengurangan dan penanganan sampah dengan dukungan fasilitas dan peningkatan kapasitas seperti alat pengomposan.
  14.  Memasukkan persoalan pengelolaan sampah dalam kajian mitigasi bencana dan dokumen KLHS terkait dengan peruntukan KSN Mamminasata, khususnya TPA Regional Mamminasata di Kecamatan Pattallassang.
  15.  Melakukan kajian analisis dampak sosial-lingkungan terkait dengan penentuan lokasi TPA Regional Mamminasata.
  16.  Menormalisasi badan sungai yang berada di dekat lokasi peruntukan TPA Regional Mamminasata.
KLIK INI:  Meski Belum Terkelola dengan Baik, HHBK dan Jasling Lebih Menjanjikan