Rasakan Panas Terik yang Sangar Hari Ini? Begini Penyebabnya!

oleh -507 kali dilihat
Rasakan Panas yang Sangar Hari Ini, Begini Penyebabnya!
Ilustrasi/foto-Tribunbogor
Irhyl R Makkatutu

Klikhijau.com – Apakah kamu juga merasakan panas atau gerah yang “gila” hari ini? Panas yang membuat keringat terus mengucur. Sebenarnya rasa gerah bukan hanya hari ini, tapi sudah beberapa hari yang lalu.

Hanya saja, sepertinya hari ini menjadi puncaknya. Saya bahkan tak bisa mengenakan baju meski di dalam rumah. Bukan hanya saya, seorang teman yang datang pun mengeluhkan hal yang sama.

Padahal selama ini, rumah kekasih, nama rumah yang saya tempati di Sungguminasa, Gowa nyaris tak pernah diserang panas seperti hari ini.

Saya penasaran, kenapa fenomena panas itu bisa bertandang sedemikian sangarnya. Untuk membunuh rasa penasaran itu, saya mencoba menghubungi pihak Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

KLIK INI:  Hujan Lebat Berpotensi Jenguk Sulsel, Warga Diimbau Agar Waspada

Yang saya hubungi via whatsapp adalah Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Maros, Hartanto. Saya merasa beruntung karena ia merespons chat saya dengan cepat.

Katanya, berdasarkan historis data pencatatan parameter cuaca, termasuk suhu. Suhu-suhu ekstrim yang terjadi di wilayah Sulawesi Selatan termasuk wilayah Makassar dan sekitarnya didominasi terjadi pada bulan Oktober.

Untuk hari ini, kenapa rasanya sangat gerah, sebab suhu tercatat 38.2 celcius pada jam pengamatan 13.00 WITA.

“Ini merupakan suhu tertinggi untuk bulan Oktober (sepanjang pengamatan), suhu tertinggi untuk tahun tanpa dipengaruhi oleh El Nino, suhu tertinggi ketiga yang pernah terjadi (2 tertinggi saat El Nino),” ungkap Hartanto, Minggu, 20 Oktober 2019.

KLIK INI:  Lagi, Ditemukan Tumpukan Sampah Plastik di Perut Sapi Laut

Katanya lagi, kondisi ini dipengaruhi oleh intensitas radiasi matahari yang mencapai maksimum, tidak ada tutupan awan signifikan dan angin timuran yang menguat.

“Kondisi suhu ekstrim (lebih dari 35 Celcius) diprediksikan masih akan terjadi selama bulan Oktober ini,” lanjutnya.

Intensitas radiasi matahari maksimum tersebut disebabkan titik kulminasi matahari maksimum sedang melintas di Indonesia, termasuk di Makassar sejak 6 Oktober lalu.

Setelah mendapat pencerahan dari Kepala Stasiun Klimmatologi Kelas I Maros, rasa penasaran saya perlahan terkikis, tapi tidak dengan rasa gerah yang menyerang tanpa henti.

KLIK INI:  Melihat Dunia yang Lebih “Modern”di Masa Lalu Melalui Jamur Berusia 1 Miliar Tahun