Tahap Kedua "Sumatera Wide Tiger Survey" Diluncurkan, Begini Target KLHK

Jakarta, Klikhijau.com - KLHK menargetkan peningkatan populasi Harimau Sumatera sebanyak dua kali lipat pada tahun 2022. Target tersebut tertuang dalam National Tiger Recovery Program (NTRP) 2010-2022...

Tahap Kedua "Sumatera Wide Tiger Survey" Diluncurkan, Begini Target KLHK
Bacakan Artikel

Hariyo T. Wibisono, Koordinator Pelaksana SWTS menyatakan, "SWTS 2018-2019 adalah kegiatan survei satwa liar terbesar di dunia, baik dalam hal kemitraan, sumber daya manusia yang terlibat, maupun luasan wilayah. Sebanyak 74 tim survei (354 anggota tim) dari 30 lembaga diturunkan untuk melaksanakan survei di 23 wilayah sebaran harimau seluas 12,9 juta hektar, yang 6,4 juta hektar di antaranya adalah habitat yang disurvei pada SWTS pertama."

Tercatat 15 unit pelaksana teknis (UPT) KLHK, lebih dari 10 Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), 21 LSM nasional dan internasional, 2 universitas, 2 perusahaan, dan 13 lembaga donor yang telah bergabung mendukung kegiatan SWTS. Prof. Dr. Gono Semiadi dari LIPI menerangkan bahwa ada beberapa hal yang ingin dihasilkan dari SWTS kedua ini.

“Kami mengharapkan dapat menemukan proporsi area yang menjadi wilayah hidup harimau, informasi mengenai keragaman genetika populasi di masing-masing kantong habitat, meningkatkan kapasitas teknis nasional, serta beberapa dokumen strategi konservasi harimau seperti yang dihasilkan oleh SWTS pertama,” ungkap Prof. Gono.


KLIK INI: Halawa, Sang Pembunuh Harimau Bunting yang Dihukum 3 Tahun Penjara

KLIK INI: Risa Terpukau Pertunjukan Harimau di Sriracha Thailand


Selain informasi terkait wilayah sebaran dan kondisi Harimau Sumatera, output yang diharapkan dari kegiatan SWTS kedua ini mencakup juga data genetik di seluruh kantong habitat satwa tersebut.

Seluruh data, informasi dan kajian hasil SWTS tersebut terpusat di database Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) KLHK. Selanjutnya, informasi tersebut dapat menjadi acuan arah kebijakan konservasi di masa depan tidak hanya untuk Harimau Sumatera, tetapi juga satwa badak, orangutan, gajah, dan satwa liar lainnya di Pulau Sumatera. (*)

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2