Sampah Plastik, Si Bandel yang Bikin Lihai Dilema dan Masalah

Klikhijau.com – Berjalanlah sejauh yang kau bisa. Dan buktikan sendiri, sejauh mana pun langkahmu, kau akan tetap menemukan sampah plastik Tak peduli kau berjalan ke pantai atau gunung atau ke temp...

Sampah Plastik, Si Bandel yang Bikin Lihai Dilema dan Masalah
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Klikhijau.com – Berjalanlah sejauh yang kau bisa. Dan buktikan sendiri, sejauh mana pun langkahmu, kau akan tetap menemukan sampah plastik

Tak peduli kau berjalan ke pantai atau gunung atau ke tempat parkiran sebuah mall. Di negara ini, Indonesia,  sampah plastik masih menjadi masalah lingkungan yang belum terpecahkan.

Sampah plastik bahkan masih cukup mendominasi jenis sampah di Indonesia, “Sampah plastik menjadi sebuah dilema dan masalah karena kita masih membutuhkan plastik. Namun, kita belum mampu mengelolanya,” ungkap Fauzan Ali, Kepala Pusat Penelitian Limnologi LIPI.

Apa yang diungkakan oleh Fauzan pada Webinar Nasional  Mikroplastik di Ekosistem Perairan Darat: Teknik Identifikasi dan Tantangan Pengelolaan, Rabu, 23 September 2020 memang benar.

Sampah plastik memang jadi masalah serius. Pada hari Sabtu, 19 September 2020 lalu, saat saya mengikuti  World Cleanup Day (WCD) di Jalan Batua Raya 3 Lorong 4 Kota Makassar. Saya melihat sendiri bagaimana bandel dan merepotkannya sampah itu.

Di sana (Batua Raya 3 Lorong 4) terdapat lahan kosong yang tak terlalu luas, kurang lebih seluas ukuran lapangan sepak takraw.

Di tanah kosong itu, telah berpuluh tahun dijadikan tempat sampah oleh warga setempat. Dan ketika WCD digelar, dua mobil truk sampah penuh oleh sampah yang didominasi plastik.

Itu pun belum semua sampah terangkut—hanya yang tampak saja. Sebab semakin digali akan semakin muncul tumpukan sampah.

“Ini telah jadi tempat sampah kurang lebih 25 tahun lamanya,” kata Gasali, salah seorang pemuda Batua Raya 3 lorong 4 saat WCD.

Sumber mikroplastik

Sifat plastik yang sulit terurai secara alami, ditambah dengan bahan kimia yang terkandung di dalamnya, membuat pengelolaan sampah menjadi tantangan. Sampah plastik yang tidak dikelola dengan baik juga dapat mencemari ekosistem perairan darat seperti sungai, wara, hingga air tanah.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2