Saatnya Agama Mengambil Peran Besar Mengendalikan Perubahan Iklim

Klikhijau.com - Perubahan iklim tidak hanya menyangkut perubahan temperatur. Yang lebih penting lagi menyangkut perubahan sistem kepercayaan termasuk agama dan sikap sosial dalam merawat bumi dan sumb...

Saatnya Agama Mengambil Peran Besar Mengendalikan Perubahan Iklim
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

“Ketika saat itu terjadi, tidak ada perahu Nabi Nuh yang akan menolong kita,” katanya.

Besarnya potensi agama dalam pengendalian perubahan iklim karena sekitar 80% umat manusia yang ada di bumi saat ini memeluk agama.

Menyebarkan dakwah baru

Yenny pun menuturkan, agar peran agama bisa opimal maka organisasi keagamaan dan para pemuka agama harus dilibatkan sebagai pihak dalam pengendalian perubahan iklim. Mereka juga harus mendapat edukasi dan difasilitasi sehingga memahami apa penyebab dan dampak perubahan iklim.

“Pemimpin keagamaan bisa menyebarkan dakwah baru tentang ancaman perubahan iklim,” katanya lagi

Apalagi, berbagai agama di dunia sesungguhnya mengajarkan tentang perlunya menjaga lingkungan hidup. Dalam ajaran Islam, ada konsep manusia sebagai khilafah- khilafah yang harus mengambil kepemimpinan dalam menjaga bumi. Dalam agama Sikh, konsep tersebut juga ada dan harus dilakukan oleh semua pengikutnya.

Saat ini sudah banyak aksi nyata yang dilakukan oleh kelompok umat beragama. Yenny mencontohkan saat menghadiri pertemuan ulama-ulama di Oman dibahas tentang fikih (hukum Islam) penghematan air.

Dia menuturkan, banyak juga sinagog yang kini menerapkan penghematan energi dan memanfaatkan energi bersih. Sementara gereja-gereja, banyak yang berinvestasi pada proyek yang berdampak pada pengendalian perubahan iklim.

Menurut Yenny, fenomena keterlibatan kelompok beragama dalam pengendalian perubahan iklim juga terjadi di Indonesia. Dua organisasi umat Islam terbesar di Indonesia telah menjalin kerjasama dengan KLHK.

Kedua organisasi tersebut, Nahdatul Ulama dan Muhammadiyah kerap melakukan aksi yang bermanfaat bagi lingkungan hidup seperti menanam mangrove, mendaur ulang sampah, dan tidak menggunakan plastik sekali pakai.

“Kita beruntung kerja sama antara pemerintah dan organisasi kemasyarakat an di Indonesia erat,” ungkapnya.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2