Polusi Laut Mengancam Ekosistem dan Kesehatan, Ayo Fokus pada Solusinya!

Klikhijau.com – Polusi laut akibat sampah plastik dan logam berat semakin mencemaskan. Tidak saja mencemari lautan dan biota laut di dalamnya, utamanya ikan, polusi di lautan juga akan merugikan keseh...

Polusi Laut Mengancam Ekosistem dan Kesehatan, Ayo Fokus pada Solusinya!
Bacakan Artikel

Dampaknya sungguh mengerikan! Polusi logam berat dapat merusak perkembangan otak, menurunkan kecerdasan anak/IQ, risiko autisme, ADHD, dan gangguan belajar pada anak.

Sementara paparan methylmercury terhadap orang dewasa akan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular dan demensia. Bahan-bahan kimia lain – yang diproduksi dari sampah plastik – dapat mengganggu sinyal endokrin, mengurangi kesuburan pria, merusak sistem saraf, dan meningkatkan risiko kanker.

Alga-alga yang berbahaya juga menghasilkan racun kuat yang terakumulasi dalam ikan dan kerang. Bila tertelan, racun ini bisa memantik terjadinya kerusakan saraf yang parah dan kematian yang cepat. Racun HAB juga bisa menyebar ke udara dan memicu penyakit pernafasan. Sementara infeksi bakteri laut patogen menyebabkan penyakit gastrointestinal dan infeksi luka dalam.

Kabar baiknya, menurut tim peneliti, tentu saja, pencemaran laut dapat dicegah. Seperti semua bentuk pencemaran, pencemaran laut dapat dikendalikan dengan menerapkan strategi berbasis data berdasarkan hukum, kebijakan, teknologi, dan penegakan hukum yang menargetkan sumber pencemaran prioritas.

Banyak negara telah menggunakan alat ini untuk mengontrol polusi air dan udara dan sekarang menerapkannya untuk polusi laut. Keberhasilan yang dicapai hingga saat ini menunjukkan peluang untuk melakukan kontrol terhadap polusi di lautan. Ada pelabuhan yang sangat tercemar telah berhasil dibersihkan, muara diremajakan, dan terumbu karang dipulihkan.

Selain manfaat kesehatan, pencegahan pencemaran laut juga menciptakan banyak manfaat. Seperti meningkatkan ekonomi, pariwisata, membantu memulihkan perikanan, dan meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan manusia, mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). “Manfaat ini akan bertahan selama berabad-abad,” tulis mereka.

Solusi

Menurut tim peneliti, pencegahan polusi dari sumbernya yang berbasis lahan adalah kuncinya. Menghilangkan pembakaran batu bara dan melarang semua penggunaan merkuri akan mengurangi polusi merkuri. Larangan plastik sekali pakai dan pengelolaan sampah plastik yang lebih baik akan mengurangi polusi plastik. Larangan pemakaian polutan organik yang persisten (POPs) telah mengurangi polusi dari PCB dan DDT.

Pengendalian pembuangan industri, pengolahan limbah, dan pengurangan pemakaian pupuk kimia mampu mengurangi pencemaran pantai dan mengurangi pertumbuhan alga-alga yang beracun dan berbahaya.

Program pengendalian pencemaran laut secara nasional, regional dan internasional ini harus didanai secara memadai dan didukung oleh penegakan hukum yang kuat. Tim peneliti menyatakan, upaya pemantauan yang ketat sangat penting untuk melacak kemajuan dari upaya-upaya ini.

Intervensi selanjutnya yang diperlukan adalah transisi dalam skala luas ke energi terbarukan; transisi ke ekonomi sirkular yang adil dan hemat sumber daya; beralih ke bahan-bahan kimia yang ramah lingkungan dan membangun kapasitas ilmiah di semua negara.

Pemerintah juga diminta untuk menetapkan Kawasan Konservasi Perairan (KKP) yang akan menjaga ekosistem kritis, melindungi stok ikan yang rentan, dan meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan manusia. “Pembentukan KKP merupakan perwujudan penting dari komitmen nasional dan internasional untuk menjaga kesehatan laut,” tulis tim peneliti.

Studi ini semakin memperdalam data dan informasi mengenai bahaya sampah plastik dan adanya ancaman polusi di lautan. Saatnya kita fokus pada solusi dan bagaimana mengurangi segala tindakan yang dapat mencemari laut. Komitmen politik dan tanggungjawab moral tiap individu tentu amat dibutuhkan.

Ayo kita bergerak!

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2