Kenaikan Permukaan Laut Ekstrem akan Terjadi Lebih Sering di Seluruh Dunia

Klikhijau.com – Dalam beberapa bulan terakhir, banjir besar melanda beberapa negara di dunia disertai cuaca ekstrem yang tak biasa. Para peneliti merespons hal ini sebagai fakta nyata akibat perubahan...

Kenaikan Permukaan Laut Ekstrem akan Terjadi Lebih Sering di Seluruh Dunia
Bacakan Artikel

Para ilmuwan menemukan hal yang tidak terduga, bahwa dampak dari naiknya air laut pada frekuensi permukaan laut yang ekstrem akan terasa paling parah di wilayah tropis dan umumnya di garis lintang yang lebih rendah dibandingkan dengan garis lintang utara.

Lokasi yang paling mungkin terkena dampak besarnya  adalah belahan bumi selatan, daerah di sepanjang Laut Mediterania dan Semenanjung Arab, Pantai selatan Pasifik Amerika Utara termasuk Hawaii, Karibia, Filipina, dan Indonesia.

Sedangkan wilayah yang tidak terlalu terpengaruh kenaikan permukaan air laut adalah wilayah bagian garis lintang yang lebih tinggi, seperti Pantai Pasifik utara Amerika Utara, dan Pantai Pasifik Asia.

Studi baru ini selaras dengan pernyataan dari Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC) baru-baru ini yang menyatakan bahwa peristiwa naiknya permukaan air laut ekstrem akan menjadi jauh lebih sering dan meluas di seluruh dunia pada akhir abad ini karena dampak pemanasan global.

“Ini bukanlah sebuah kejutan dan tidak mengherankan bahwa pada pemanasan suhu 1,5°C akan memiliki efek substansial pada frekuensi dan besarnya kenaikan permukaan laut yang ekstrem” kata Profesor Ranasinghe.

“Studi ini memberikan gambaran yang lebih lengkap di seluruh dunia daripada yang pernah dilakukan sebelumnya. Dengan menggabungkan beberapa set data, kami dapat melihat rentang tingkat pemanasan yang lebih luas dengan detail spasial yang sangat halus.”

Skenario terbaik dan terburuk yang diajukan oleh para penelitian ini bervariasi. Hal itu dikarenakan banyak kemungkinan yang disajikan oleh para peneliti yang dicatat dengan sangat rinci.

Dalam satu skenario misalnya, pada kemungkinan yang sangat pesimistis, 99% dari lokasi yang diteliti akan mengalami peningkatan kejadian ekstrem 100 kali lipat pada tahun 2100 dengan pemanasan 1,5°C.

Di sisi lain, pada kemungkinan yang lebih optimis, sekitar 70% lokasi tersebut terlihat tidak akan mengalami banyak perubahan bahkan dengan kenaikan suhu 5°C.

Para peneliti ini berharap akan ada banyak studi lebih lanjut untuk memahami lebih tepat bagaimana perubahan akan mempengaruhi komunitas tertentu.

Mereka menegaskan bahwa perubahan fisik yang dijelaskan dalam studi mereka akan memiliki dampak yang bervariasi pada skala lokal, tergantung pada beberapa faktor, termasuk fitur geomorfologi lokal, kerentanan daerah tersebut terhadap kenaikan air, kesiapan masyarakat wilayah itu untuk menghadapi perubahan.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2