Dorong Kemandirian Petani, KTH Kopi Pinrang dan Mamasa Ikuti Pelatihan Penyusunan Business Plan

Dorong Kemandirian Petani, KTH Kopi Pinrang dan Mamasa Ikuti Pelatihan Penyusunan Business Plan
Pelatihan Penyusunan Business Plan KTH Kopi Pinrang dan Mamasa-foto/Klikhijau
Bacakan Artikel
Reihan Zainal

Mahasiswa Magang dari Prodi Hubungan Internasional Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Klikhijau.com – Berlokasi di kantor Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS), pelatihan penyusunan rencana bisnis resmi digelar. Sesi pelatihan dimulai pada pukul 09.00 WITA dengan menghadirkan narasumber utama, Anis Kurniawan.

Pelatihan ini secara khusus ditujukan kepada para petani kopi asal Pinrang dan Mamasa. Adapun tujuan dilaksanakannya kegiatan ini adalah untuk menarasikan program kopi para petani, yang diharapkan dapat berkembang menjadi rencana ide bisnis yang konkret.

Kegiatan ini turut melibatkan konsultan pelaksana, fasilitator desa, fasilitator wilayah, serta pengurus Kelompok Tani Hutan (KTH).

Memasuki sesi materi pertama, Anis Kurniawan menyampaikan paparan mengenai Struktur dan Komponen Business Plan KTH dengan dipandu oleh Agung Wibowo selaku moderator. Materi ini menjadi dasar bagi para peserta untuk memahami unsur-unsur penting dalam penyusunan rencana usaha.

Pada fase ini, narasumber mendorong kreativitas peserta yang kemudian dituangkan ke dalam bentuk tulisan dengan meminimalkan ketergantungan pada teknologi kecerdasan buatan (AI).

Agenda dilanjutkan dengan pelaksanaan Review Business Plan KTH dan identifikasi Gap Analysis. Dalam rangkaian ini, para petani kopi dipandu untuk menyempurnakan bagian-bagian penting dalam rencana bisnis mereka.

Agung Wibowo menerangkan secara rinci tata cara kalkulasi modal dan penyesuaian rencana usaha dengan menggunakan studi kasus usaha madu trigona. Melalui aplikasi Microsoft Excel, para peserta diajak merumuskan dan mengakumulasikan modal investasi sebuah usaha secara mandiri.

Setelah mengistirahatkan kegiatan pada waktu ISHOMA pukul 11.30 hingga 12.30 WITA, sesi pelatihan dilanjutkan kembali pada pukul 12.40 hingga 14.30 WITA. Sesi siang ini diperuntukkan sebagai langkah penyempurnaan pada bagian latar belakang usaha dan kerangka logika usaha.

Para petani dijelaskan secara terperinci mengenai cara menentukan rencana usaha, serta bagaimana berfokus tidak hanya pada pencapaian hasil akhir, melainkan juga pada ketelitian prosesnya.

Memasuki jeda ISHOMA kedua pada pukul 14.30 hingga 15.00 WITA, kegiatan kembali berlanjut pada pukul 15.00 hingga 16.30 WITA. Sesi sore ini lebih berfokus pada strategi pemanfaatan modal seefektif mungkin, penyelarasan alokasi modal dengan kerangka pengembangan usaha, analisis risiko, serta langkah-langkah untuk bangkit dari keterpurukan usaha.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2
Editor

Tim Redaksi

Artikel ini disusun oleh tim redaksi