Dari Warkop Indonesia, Seniman Spirit Leang-Leang Alan Tola Gelar Pameran Tunggal "Morning Rhythm"

Dari Warkop Indonesia, Seniman Spirit Leang-Leang Alan Tola Gelar Pameran Tunggal "Morning Rhythm"
Dari Warkop Indonesia, Seniman Spirit Leang-Leang Alan Tola Gelar Pameran Tunggal "Morning Rhythm"
Bacakan Artikel

"Dalam Morning Rhythm, Alan Tola meneruskan tradisi itu. Warna kuning oker, pendar putih, serta cokelat tanah memanggil memori materialitas sedimen dan tebing karst. Dari dinding batu Leang-Leang hingga kanvas hari ini, abstraksi adalah cara manusia bertahan," tambahnya.

Lebih jauh, Judy melihat bahwa di atas kanvas Alan, kehangatan pagi yang organik sengaja menyusup di antara bidang-bidang geometris yang kaku. Itu adalah sebuah taktik warga, sebuah cara halus untuk bertahan di tengah ritme kota modern yang serba terjadwal dan membelenggu.

Menurut Kurator Achmad Fauzi, kehadiran Alan Tola di seri kedelapan ini menjadi penting karena menunjukkan spektrum lain dari Spirit Leang-Leang. Jika sebelumnya tradisi dibaca secara tekstual dan spasial, kini tradisi dibaca secara internal dan kontemplatif melalui abstraksi.

Sementara itu, Koordinator dan Penanggung Jawab Program Wahyuddin Yunus menegaskan bahwa Spirit Leang-Leang memang dirancang untuk merawat napas panjang seni rupa Makassar dari ruang-ruang alternatif.

"Pameran Alan Tola ini adalah persembahan seniman kedelapan dari sembilan seniman. Kami sengaja memilih Warkop Indonesia sebagai ruang alternatif yang konsisten merawat denyut seni rupa Makassar dari sudut warkop, agar seni tetap dekat dengan warga," ujar Wahyuddin.

Program ini didukung oleh Kementerian Kebudayaan, Dana Indonesiana, dan LPDP. Pameran terbuka untuk umum dan gratis.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2