Bappenas Mendorong Perencanaan Pembangunan Daerah Rendah Karbon

Klikhijau.com – Direktorat Lingkungan Hidup Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas melalui Sekretariat Pembangunan Rendah Karbon (PRK) mendorong isu pembangunan daerah rendah karbon....

Bappenas Mendorong Perencanaan Pembangunan Daerah Rendah Karbon
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Direktorat Lingkungan Hidup Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas melalui Sekretariat Pembangunan Rendah Karbon (PRK) mendorong isu pembangunan daerah rendah karbon.

Hal ini mengemuka saat menggelar Workshop Nasional Pembangunan Rendah Karbon untuk provinsi di wilayah Indonesia Barat dan Tengah. Kegiatan ini digelar antara Bappenas bersama Pemerintah Provinsi Bali dengan dukungan mitra pembangunan, diantaranya GIZ, UK FCDO, dan UNPAGE.

Workshop ini juga dihadiri oleh Direktorat Sinkronisasi Urusan Pemerintahan Daerah, Ditjen Bina Bangda, Kementerian Dalam Negeri, Direktorat Regional I, Kementerian PPN/Bappenas, dan 24 provinsi secara daring (dalam jaringan) dan luring (luar jaringan) selama 2 hari, 19-20 Mei 2021 di Bali.

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengembangkan dan mengintegrasikan kebijakan pembangunan rendah karbon di tingkat daerah. Juga untuk memfasilitasi provinsi dalam pemantauan dan pelaporan aksi PRK. Serta pengenalan e-learning AKSARA sebagai media pembelajaran mandiri.

Dalam pidato pembukaannya, Ir. Medrilzam, M.Prof.Econ, PhD, Direktur Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas, mendorong agar pemerintah provinsi terus meningkatkan upaya integrasi PRK ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan sosial, sekaligus menurunkan emisi GRK dan meminimalkan dampak pembangunan terhadap lingkungan.

Harapannya, upaya pembangunan rendah karbon dapat menjadi langkah strategis untuk mempercepat pencapaian ekonomi hijau dan rendah karbon.

“Dampak COVID-19 sangat dirasakan di berbagai daerah, terutama di Provinsi Bali dengan proporsi pendapatan utama berasal dari sektor pariwisata. Untuk itu, Kementerian PPN/Bappenas mendorong agar upaya pemulihan di berbagai daerah,” kata Medrilzam.

Ia menambahkan bahwa dalam upaya mengembalikan perekonomian juga tetap penting memperhatikan dampak jangka panjang terhadap lingkungan melalui Build Back Better.

Karenanya, katanya, sangat penting bagi masing-masing provinsi untuk dapat memasukkan PRK ke dalam RPJMD, dan mencapai tujuan jangka panjang menuju ekonomi hijau, guna menahan laju perubahan iklim yang semakin cepat.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2