Program Mandiri Benih Sulsel Dorong Ketahanan Pangan dan Lingkungan Berkelanjutan

oleh -20 kali dilihat
Program Mandiri Benih Sulsel Dorong Ketahanan Pangan dan Lingkungan Berkelanjutan
Gubernur Sulsel - Foto: Ist

Klikhijau.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan produktivitas pertanian melalui peluncuran program Mandiri Benih 2025.

Kegiatan ini diluncurkan langsung oleh Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman di kawasan Center Point of Indonesia (CPI), Makassar, Minggu (16/11/2025).

Salah satu fokus utama yang disampaikan Gubernur adalah pentingnya kemandirian benih yang dibudidayakan langsung di daerah agar lebih adaptif terhadap kondisi tanah dan iklim di Sulsel.

“Dia ditangkar di tempat penangkar-penangkar kita, IKB-IKB kita. Jadi, kita ambil benih sumber dari persilangan yang ada di Kementan, kemudian kita bawa ke sini, lalu kita tangkar ke IKB-IKB kita,” jelasnya.

Gubernur menekankan bahwa benih yang telah tumbuh dan berbuah di Sulsel memiliki kualitas unggul sebelum didistribusikan ke masyarakat.

“Ini setelah lahir, kemudian dipanen, inilah yang kemudian dikemas, disertifikasi, baru dibagi ke seluruh masyarakat. Sehingga dia adalah turunannya setelah melahirkan di Sulsel, setelah dia berbuah dan dipanen. Buahnyalah itu yang dibagi menjadi bibit unggul, karena dia turunan pertama, ke seluruh petani kita,” ujarnya.

Menurutnya, keunggulan utama benih lokal adalah daya adaptasi yang lebih baik. “Dia lebih adaptif karena ditangkar di sini. Dia lebih kenal tanahnya, lebih kenal cuacanya. Tahan hama,” ujar Andi Sudirman. Ia juga menyebut data survei Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan peningkatan hasil ubinan. “Waktu kita ubinan tahun 2022, pengujiannya itu kenaikannya sampai 8 menjadi 13 ton. Sekitar 20 persen.”

KLIK INI:  Losari di Antara Aroma Pisang Epe, Sampah, dan Bau Busuk

Dalam peluncuran ini, Pemprov Sulsel juga meresmikan sejumlah bantuan alat dan mesin pertanian. “Ada alsintan ya. Ini totalnya Rp 75 miliar untuk benih dan alat-alat alsintan itu sekitar kurang lebih Rp 20 miliar sekian. Jadi totalnya sekitar Rp 116 miliar,” ungkapnya.

Menguatkan sektor pertanian menurut Gubernur membutuhkan konsistensi dalam menjaga seluruh rantai produksi. “Bagaimana kita menjaga mulai dari benih, sistem pengairan, pemeliharaan yang baik, dan kemudian pascapanen. Kalau itu kita jaga, apalagi harga sudah terjaga dengan baik oleh Bapak Presiden, tentu terima kasih banyak kepada Bapak Presiden Prabowo, ini akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat kita,” ucapnya.

Plt Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Sulsel Bustanul Arifin menjelaskan bahwa program Mandiri Benih mengalami peningkatan signifikan pada tahun ini. “Pemprov Sulsel telah melaksanakan program Mandiri Benih pada 2022 dan 2023 dengan jumlah benih bantuan di setiap tahunnya masing-masing 2,5 juta kg. Pada 2025 ini Pemprov Sulsel mengalokasikan Mandiri Benih dua kali lebih besar yakni sebanyak 5 juta kg atau senilai Rp 75 miliar dengan luas areal tanam sekitar 200.000 hektare,” jelasnya.

Program ini melibatkan ribuan petani penangkar. “Kegiatan Mandiri Benih pada 2025 melibatkan petani penangkar sebanyak 1.027 orang dengan luas penangkaran benih 1.377,5 hektare yang menghasilkan benih bermutu dan bersertifikat sebanyak 5 juta kg. Akan dibagikan ke 9.896 kelompok tani di seluruh Sulsel,” lanjutnya.

KLIK INI:  Ekoteologi dan Kearifan Masyarakat Adat

Hingga saat ini, lebih dari 986 ribu kg benih telah disalurkan ke sejumlah daerah. “Untuk saat ini telah disalurkan sebanyak 986.475 kg, yakni di Kabupaten Bone, Soppeng, dan Sidrap,” ujarnya.

Bustanul juga menegaskan bahwa keberhasilan program tidak lepas dari kerja lapangan yang intensif. “Keberhasilan kegiatan Mandiri Benih tidak lepas dari peran aktif petugas lapangan, mulai dari penyuluh pertanian atau PPL, petugas pengendali organisme pengganggu tanaman atau POPT, dan petugas pengawas benih tanaman atau PBT dalam mengawal kegiatan di lapangan,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut juga diserahkan berbagai bantuan kepada petani, termasuk 66.423 kg benih jagung untuk 45 kelompok, 5 juta kg benih padi untuk 9.896 kelompok, 117.000 bibit kopi arabika, 7.000 bibit durian, serta ratusan alat dan mesin pertanian seperti hand tractor, combine, traktor roda empat, cultivator, dan ribuan hand sprayer. Total nilai bantuan dari APBD mencapai Rp 106,687 miliar.

Bustanul menutup laporan dengan menyampaikan perkembangan positif produksi pangan di Sulsel. “Produksi beras pada tahun 2025 diperkirakan mencapai 3,10 juta ton beras, mengalami kenaikan 0,33 juta ton atau 12,05 persen dibandingkan tahun 2024 sebanyak 2,76 juta ton,” ungkapnya.

Program Mandiri Benih 2025 menjadi tonggak penting dalam menjaga keberlanjutan pertanian, meningkatkan produktivitas, dan memperkuat ketahanan pangan Sulawesi Selatan, sekaligus memberi dampak positif bagi keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan petani.

KLIK INI:  Peduli Lingkungan, Orang Tua Siswa SD Inpres Kelapa Tiga 1 Makassar akan Menanam Pohon