Pesona Bidadari yang Menari di Hutan Maluku

Klikhijau.com - Pagi dengan kicau burung tentu terdengar romantis dan segar. Apalagi jika kicauan itu datang dari alam liar,. Menikmati kicauan burung di alam liar saat ini adalah kemewahan, terleb...

Pesona Bidadari yang Menari di Hutan Maluku
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Ada perbedaan antara burung jantan dan betina. Si jantan bermahkota warna ungu dan ungu-pucat mengkilat dan warna pelindung dadanya hijau zamrud.

Dapat perlindungan pemerintah

Cirinya yang paling mencolok adalah dua pasang bulu putih yang panjang yang keluar menekuk dari sayapnya dan bulu itu dapat ditegakkan atau diturunkan sesuai keinginan burung ini.

Sedangkan burung betinanya yang kurang menarik berwarna cokelat zaitun dan berukuran lebih kecil serta punya ekor lebih panjang dibandingkan burung jantan.

Bidadari halmahera memiliki selera makan, yakni serangga, artropoda, dan buah-buahan.

Burung jantan bersifat poligami. Mereka berkumpul dan menampilkan tarian udara yang indah, meluncur dengan sayapnya dan mengembangkan bulu pelindung dadanya yang berwarna hijau mencolok sementara bulu putih panjangnya di punggungnya dikibar-kibarkan.

Menurut tulisan M Rahmat Ulhaz di Mongabay, burung bidadari ini memiliki keunikan tersendiri dalam bernyanyi di pagi dan petang. Dia mengeluarkan suara melengking ketika menyambut mentari pagi dari pukul 06.30- 8.30. Di jam- jam itu, suara mereka cukup ramai bersahut-sahutan. Setelah itu terbang entah ke mana.

M Rahmat Ulhaz dalam tulisan tersebut mengakui melihat bidadari halmahera menari dengan eksotis tidaklah mudah, harus melakukan perjalanan yang cukup jauh, melewati sungai dan mendaki bukit.

Jika Anda punya sempat mengunjungi Taman Nasional Aketajawe Lolobata untuk melihat pesona tarian burung ini, tentu sangat bisa. Tapi, jangan dibawa pulang burungnya, sebab burung bidadari halmahera termasuk satwa yang dilindungi!

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2