Pesona Bidadari yang Menari di Hutan Maluku
Klikhijau.com - Pagi dengan kicau burung tentu terdengar romantis dan segar. Apalagi jika kicauan itu datang dari alam liar,. Menikmati kicauan burung di alam liar saat ini adalah kemewahan, terleb...
Klikhijau.com - Pagi dengan kicau burung tentu terdengar romantis dan segar. Apalagi jika kicauan itu datang dari alam liar,.
Menikmati kicauan burung di alam liar saat ini adalah kemewahan, terlebih jika kicauan itu berasal dari burung endemik suatu daerah.
Semisal jika Anda berkunjung ke Halmahera Tengah, Kota Tidore Kepulauan dan Halmahera Timur, Provinsi Maluku Utara.
Di sana terdapat taman nasional yang ditetapkan pada tahun 2004 dengan luas wilayah s167.300 hektare bernama Taman Nasional Aketajawe Lolobata.
[irp]
Hal istimewa dari taman nasional tersebut karena terdapat spesies endemik Maluku Utara, yakni burung bidadari halmahera.
Burung yang sekeluarga dengan cenderawasi itu kerap dijumpai menari dengan lincah di reranting pohon. Hal itu akan membuat pengunjung rela menerabas hutan demi melihatnya.
Pad tahun 2015 lalu, Taman Nasional Aketajawe Lolobata menyatakan populasinya sekitar 354 ekor. Burung bidadari halmahera termasuk dalam kategori beresiko rendah di dalam IUCN Red List dan termasuk Appendix II CITES
Burung bidadari halmahera atau Semioptera wallacii adalah jenis cendrawasih berukuran sedang, sekitar 28cm, berwarna cokelat-zaitun. Cendrawasih ini merupakan satu-satunya anggota genus Semioptera
Adalah Alfred Russel Wallace di Pulau Bacan tahun1858 yang pertama kali menemukannya. Ia dinamai bird of paradise karena kecantikannya. Maka tidak heran jika nama latinnya Semioptera wallacii. Sebuah upaya untuk menghormati sang penemu.
Burung ini memiliki dua perisai hijau metalik di dada dan empat selendang putih di punggung ini. Ia berwarna cokelat-zaitun
Ada perbedaan antara burung jantan dan betina. Si jantan bermahkota warna ungu dan ungu-pucat mengkilat dan warna pelindung dadanya hijau zamrud.