Permasalahan Konservasi Berada di Moral, Bukan pada Masalah Teknis?
[hijau]Dakwah lingkungan penting untuk terus dilakukan[/hijau] Klikhijau.com - Kamu percaya tak ada kisah yang benar-benar selesai? Seperti halnya sebuah acara, meski telah resmi ditutup, tak akan...
[hijau]Dakwah lingkungan penting untuk terus dilakukan[/hijau]
Klikhijau.com - Kamu percaya tak ada kisah yang benar-benar selesai? Seperti halnya sebuah acara, meski telah resmi ditutup, tak akan selesai. Sebab di dalamnya ada kenangan, ide, pendapat, dan solusi yang harus terus disuarakan.
Apalagi jika acara itu setingkat International Congress for Conservation Biology (ICCB) 2019. Tentu banyak gagasan, pendapat bahkan solusi yang tak mengenal kata selesai untuk dikabarkan dan terapkan.
Iya, CCB) 2019 yang dilaksanakan di Kuala Lumpur belum lama ini memang patut dibincangkan. Meski acara telah berakhir.
[irp posts="7115" name="BBKSDA Sulsel Jalin MoU dengan Klikhijau untuk Penguatan Literasi Konservasi"]
Kongres tersebut mendatangkan peserta dari berbagai penjuru dunia ini. Mempertemukan akademisi, peneliti, praktisi, hingga perwakilan lembaga pemerintah yang berkecimpung di bidang konservasi biologi dan lingkungan
Nah, yang dibahas ada acara itu adalah konservasi (sesuatu yang tak akan selesai). Menurut tulisan Dewi Purningsih di greeners.co bahwa menjaga kelestarian alam memang merupakan tanggung jawab semua elemen masyarakat, suku, budaya, dan agama.
Ada sesi pada acara tersebut yang bahas tentang upaya kelompok agama Islam dalam mendorong konservasi keanekaragaman hayati.
Sesi itu cukup menarik, sebab yang menjadi pembicara adalah Ketua Lembaga Pemuliaan Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Majelis Ulama Indonesia (PLH & SDA MUI), Dr. Hayu Susilo Prabowo.
Dia mengatakan bahwa saat ini MUI memiliki enam hukum fatwa MUI untuk melindungi lingkungan, yakni fatwa satwa langka, karhutla, pengelolaan sampah, daur ulang air, air sanitasi, dan penambangan ramah lingkungan.
[irp posts="3181" name="BBKSDA Sulsel Peringati Hari Hutan dan Air dengan Kampanye Konservasi dan Tanam Pohon Bersama"]
“Untuk masalah konservasi, permasalahannya berada di moral, bukan masalah teknis atau ilmu hayati. Namun, moral inilah yang harus diperbaiki caranya dengan moral juga pendekatannya. Salah satunya dengan moral keagamaan dengan bahasa kemanusiaan,” ujar Hayu seperti yang ditulis Dewi Purningsih