Perihal Green Living, Cara Menerapkan, dan Manfaatnya

oleh -125 kali dilihat
nipah mall green building
Nuansa hijau sebelum masuk area mal - Foto/AYL

Klikhijau.com – Green living merupakan gaya hidup berkelanjutan yang ramah lingkungan. Para penganutnya  berupaya meminimalkan penggunaan sumber daya alam Bumi, baik itu individu ataupun masyarakat.

Hidup dengan menerapkan gaya green living berarti  menciptakan gaya hidup yang mempertahankan lingkungan yang sehat untuk dihuni.

Secara tradisional green living dapat acuan umum bagi lingkungan dan dampak manusia terhadap Bumi. Sederhananya, gaya hidup ramah lingkungan ini adalah filosofi yang mengakui hubungan manusia dengan alam atau lingkungan.

Apa yang dihasilkan bumi, sebagai  sistem pendukung, baik dari segi makanan dan segala sumber daya bergantung pada bagaimana penghuninya memperlakukan bumi.

KLIK INI:  Pertanian Dapat Berkontribusi Positif pada Perubahan dan Mitigasi Iklim

Hal membahagiakan karena akhir-akhir ini, gerakan pelestarian lingkungan hidup semakin hidup dan  gencar digelar, bahkan masuk ke ranah perumahan dengan konsep hunian  green living.

Cara menerapkan green living
  • Berjalan kaki atau bersepeda menuju kantor

Menerapkan konsep green living, berarti siap mengurangi jatah naik kendaraan bermotor, baik mobil maupun motor.

Jika hendak ke kantor atau beraktivitas di luar dengan jarak yang tak begitu jauh, ada baiknya berjalan kaki saja atau naik sepeda.

Pan American Health Organization mengungkapkan bahwa salah satu konsep green living dalam keseharian bisa diterapkan adalah dengan bersepeda.

Jika sulit menerapkannya tiap hari Pan American Health Organization menyarankan melakukannya minimal satu kali dalam sepekan.

KLIK INI:  Jadi Milenial Ramah Lingkungan, Pastikan 6 Benda Praktis Ini Selalu Anda Bawa!
  • Menggunakan produk yang bisa didaur ulang

Produk yang tidak ramah lingkungan saat ini semakin meresahkan. Misalnya plastik, tingkat pencemaran  di Indonesia sangat mengkhawatirkan.

Dalam rangka mengurangi tumpukan sampah yang mencemari lingkungan, misalnya plastik, ada baiknya mengguanakan  produk yang mudah terurai dan didaur ulang, hingga yang dapat digunakan berkali-kali.

  • Membeli makanan segar dari produsen terdekat

Sistem pangan berkelanjutan adalah siklus produksi, konsumsi dan daur ulang pangan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Salah satu ide hidup hijau ini dimulai dari petani yang membatasi penggunaan pestisida, dan petani yang merawat ternaknya secara bertanggung jawab.

Konsumen kemudian dapat membeli sembako dari para petani dan peternak ini, terutama yang terdekat dengan rumah mereka. Hal ini berguna untuk mengurangi jarak tempuh kendaraan yang dapat meningkatkan polusi. Makanan kemudian dapat diolah dan sisa makanan didaur ulang menjadi pupuk organik.

Makanan tersebut kemudian dapat diolah, dan limbah makanannya dapat didaur ulang kembali menjadi pupuk organik. Langkah ini dapat memberikan manfaat berkelanjutan kepada alam atau lingkungan.

KLIK INI:  Ecoprint, Cara Sederhana Berpihak Pada Bumi di Akhir Pekan
  • Menggunakan energi terbarukan

Saat ini sumber listrik masih didominasi energi fosil batu baru. Pembakara batu bara menyebabkan banyak masalah, baik lingkungan maupun kesehatan dengan polusinya.

Nah, untuk mengurangi polusi udara, sebaiknya beralih ke  sumber listrik yang lebih ramah lingkungan, misalnya energi matahari, air, dan angin.

  • Menerapkan hemat air dan listrik

Menghemat listrik dan air adalah salah satu cara menerapkan green living. Jangan membuang-buang air, misalnya air cucian sayuran bisa dipakai menyiram tanaman dan lain-lain.

  • Berkebun atau merawat tanaman di rumah

Berkebun juga menjadi salah satu konsep green living. Aktivitas ini akan menciptakan lingkungan yang lebih sejuk dan asri. Selain itu, dapat pula menghilangkan stres dan membuat tubuh lebih aktif dan sehat.

Dyah Novita Anggraini mengatakan, berkebun bisa pula jadi sarana orangtua menanamkan konsep green living kepada anak-anaknya sedari kecil, misalnya mengajak anak menanam pohon, sayuran atau bunga.

KLIK INI:  8 Daun yang Paling Akrab Dijadikan Lalapan Mentah di Meja Makan
  •  Tidak merokok

Tidak merokok jadi pantangan dalam menerapkan konsep green living. Karena rokok tidak hanya mencemari lingkungan, tetapi juga membahayakan kesehatan. Karena  rokok terbukti tidak hanya membahayakan kesehatan, tetapi juga bisa mencemari lingkungan.

Rokok mengandung  zat kimia yang dapat memicu peningkatan risiko kesehatan, misalnya gangguan paru, kanker, gangguan otak, masalah kardiovaskular, penyakit mulut dan tenggorokan.

Sementara  asapnya  dapat mencemari udara dan puntungnya bebal untuk terurai yang bisa merusak tanaman hingga air.

  • Menanam pohon

Menanam pohon memiliki banyak manfaat bagi kesehatan dan lingkungan, juga bisa menjadi rumah bagi beragam satwa, khususnya burung.

KLIK INI:  Dalam Setahun, Peneliti Temukan Lebih dari 200 Spesies Air Tawar Baru
Manfaat green living

Menerapkan konsep green living tidak hanya akan melestarikan bumi, tetapi juga memberi manfaat tak terhingga kepada penghuni planet ini, di antaranya:

  • Meningkatkan kualitas kesehatan

Rumah ramah lingkungan juga memiliki sistem sirkulasi udara yang baik, sehingga memungkinkan penghuni mendapatkan udara bersih yang cukup setiap harinya.

Tanpa penggunaan VOC (Volatile Organic Compounds), seperti cat tembok atau pengharum ruangan, kualitas udara di dalam ruangan menjadi lebih sehat Lebih hemat energi

Hemat energi, merupakan konsep hijau yang harus ada. Harus ada upaya mengurangi penggunaan sumber daya yang tak bisa diperbarui.

Salah satu cara untuk menghemat energi adalah penempatan jendela rumah yang ramah lingkungan, yang didesain  khusus sehingga dapat meminimalkan penggunaan lampu.

KLIK INI:  Ancaman Kepunahan Lebih Mengintai Spesies yang Kekurangan Data
  • Mengurangi polusi dan limbah

Green living umumnya mengadopsi kebiasaan menggunakan bahan-bahan yang sustainable, yang dapat dapat didaur ulang sehingga tidak perlu dibuang.

Upaya itu tentu akan berpengaruh besar pada kelestarian dan keterjagaan lingkungan hidup.  Manfaat lainnya kadar karbondioksida  akan berkurang. Disebabkan  banyaknya tetumbuhan hijau di sekitar lingkungan tempat tinggal.

  • Dapat meningkatkan nilai properti

Di pasaran, menurut riset dari berbagai negara, rumah berkonsep green living sangat diminati dan  memiliki nilai permintaan yang lebih tinggi.

Hal tersebut dikarenakan, saat ini banyak orang lebih mengedepankan nilai-nilai keberlanjutan.

  • Lebih hemat pengeluaran

Dengan dibatasinya  penggunaan listrik dan air secara otomatis akan menekan biaya operasional rumah. Jadi, penghuninya bisa lebih hemat dalam hal pengeluaran.

  • Lebih tenang dan nyaman

Green living juga  dapat melahirkan suasana rumah yang lebih tenang, nyaman, dan asri.  Dengan hunian yang nyaman, tentu dapat meningkatkan produktivitas kerja dan semangat yang menghuninya.

KLIK INI:  Demi Bumi yang Bebas Polusi, Produksi Plastik Harus Dihentikan