Perihal Burung Gereja dan Alasan di Balik Penamaannya
Klikhijau.com – Burung gereja. Seingat saya burung dari keluarga Passeridae ini hanya biasa ditemukan di kota atau pinggiran kota. Ia tidak akan terbang jauh hingga ke pelosok kampung atau desa. Mi...
Klikhijau.com – Burung gereja. Seingat saya burung dari keluarga Passeridae ini hanya biasa ditemukan di kota atau pinggiran kota.
Ia tidak akan terbang jauh hingga ke pelosok kampung atau desa. Misalnya di kampung saya, Desa Kindang, Bulukumba yang berhawa dingin khas pegunungan. Burung yang termasuk ke dalam filum chordate ini dulu tidak pernah terlihat. Itu dulu.
Namun, beberapa tahun belakang, keberadaannya mulai sangat mudah ditemukan. Ia suka masuk ke rumah memakan gabah warga meski telah terikat dalam karung. Burung dari kelas Aves ini juga suka bertengger pada kabel listrik, dahan pohon hingga atap rumah.
Burung yang biasa disebut burung pingai ini merupakan jenis burung pipit kecil. Di kampung saya, burung pipit dinamai dongi, maka burung gereja biasa disebut dongi gereja.
[irp]
Di antara banyak jenis burung pipit, burung gereja ini yang paling berani dekat dengan manusia. Namun, ia akan terbang ketika manusia mendekatinya.
Karena itu, jika ada yang menjemur gabah di halaman rumahnya atau di pinggir jalan. Burung subordo Passeri ini menjadi ancaman.
Ia bisa makan dengan santai, meski ada orang di dekatnya, tapi jangan mengira mudah menangkapnya. Begitu didekati ia akan terbang menjauh.
Karena tidak takut didekati manusia, maka burung ini disebut pula dengan human dominated ecosystem.
Bagaimana burung ini bisa sampai ke kampung? Pertanyaan itu terjawab oleh pernyataan Howes et al., 2003), menurutnya kehadiran suatu jenis burung pada umumnya menyesuaikan dengan kesukaannya terhadap suatu habitat. Hal itu dikarenakan pada habitat tersebut burung dapat dengan mudah mendapatkan sumberdaya untuk memenuhi kebutuhan hidup.
[irp]
Selain itu, burung gereja juga memiliki tingkat adaptasi yang tinggi terhadap perubahan kondisi cuaca, ketersediaan pakan maupun predator (Tobolka 2011).