Mengenal Siti Rahmah, Perempuan Pejuang Pangan Organik dari Pangkep

oleh -240 kali dilihat
Mengenal Siti Rahmah, Perempuan Pejuang Pangan Organik dari Pangkep
Siti Rahmah, perempuan pejuangan pangan organik dari Desa Pitusunggu Kabupaten Pangkep-Foto/Ist
Anis Kurniawan

Klikhijau.com – Perempuan pejuang pangan satu ini memang inspiratif. Namanya Siti Rahmah (46), guru PAUD dan ibu rumah tangga yang menggeluti pertanian organik dari Desa Pitusunggu Kabupaten Pangkep.

Aksi baiknya ia mulai dengan mencoba mengaktifkan kembali “lahan tidur” di desanya yang sudah sekitar 20 tahun tidak ditanami apa pun.

Di lahan tidur itu warga hanya sering menanam ubi jalar saat musim kemarau. Siti Rahmah yang prihatin menginisiasi semacam gerakan bersama dengan mengajak ibu-ibu rumah tangga lainnya memulai aksi membangunkan lahan tidur dengan menanam.

Siti Rahmah membentuk Ikatan Kelompok Wanita Tani (IKWT) Pita Aksi yang merupakan singkatan dari Pitusunggu Beraksi. Organisasi ini beranggotakan 25 orang (mayoritas perempuan) memulai menggerakkan sayuran organik sejak tahun 2010.  Luas lahan yang dikelola saat itu kurang lebih 7 hektare.

KLIK INI:  Saat Orang dengan Gangguan Jiwa Berupaya Sembuh dengan Menanam

Dari kelompoknya inilah, Siti Rahmah menanam sawi, kangkung, seledri, terong hijau, terong ungu, daun bawang, cabe, tomat, bayam, bayam merah dan selada. Mereka juga menanam kemangi, oyong, lobak, kacang panjang, jagung dan kacang hijau.

Penanaman ada yang dilakukan secara berkelompok, ada pula yang dilakukan di halaman rumah masing-masing.

Hasilnya mengejutkan, Pita Aksi sukses menghasilkan beragam tanaman sayur organik yang mereka pasarkan secara luas hingga ke luar kabupaten Pangkep. Produk pertanian Siti Rahmah dan kelompoknya bahkan sudah masuk di sejumlah supermarket di Makassar.

Ide besarnya adalah mengembalikan kedaulatan pangan organik. “Saya ingin sektor pertanian, termasuk padi dan sayuran. Juga tambak di desa ini (Pitusunggu) menjadi organik. Bahkan, di seluruh Kabupaten Pangkep. Saya Ingin memperkenalkan budidaya yang ramah lingkungan ini seluas-luasnya,” kata istri dari Muhammad Arif S (54) ini.

Memilih jalan pertanian organik

Sudah memasuki 1 dekade aksi progresif Siti Rahmah dan komunitasnya Pita Aksi terus menjadi bagian penting dalam ketahanan pangan. Setiap saat, bersama anaknya bernama Khaerunnisah (26) yang juga mengikuti jejaknya menggeluti pertanian organik.

KLIK INI:  Ami, Ratu Sampah Sekolah di Pulau Dewata

Sayuran organik selalu tersedia bagi pembeli di desanya. Di rumahnya tentu saja. Sayuran segar melimpah dan yang terpenting adalah bebas dari kontaminasi pestisida dan pupuk kimia. Siti Rahmah dan anaknya juga telah mengolah kompos sendiri dan mensuplay pegiat pertanian organik lainnya.

Perempuan pejuang pangan
Buah di rumah Siti Rahmah di Desa Pitusunggu Pangkep selalu tersedia setiap hari-Foto/Ist

Sejumlah peneliti, NGO dan pegiat lingkungan telah datang ke Desa Pitusunggu sekadar mengenal lebih dekat tentang aksi-aksi baik dari Siti Rahmah dan komunitasnya Pita Aksi.

Apa yang dilakukan perempuan pejuang pangan ini menginspirasi kita semua bahwa ketahanan pangan dapat dibangun dari keluarga dengan memanfaatkan sumber daya yang ada.

Di sana pulalah konsep pertanian organik itu diperkenalkan sebagai satu jalan mengelola pertanian ramah lingkungan dan berkelanjutan.

KLIK INI:  Kisah Tini, Perempuan Tuna Netra Penjaga Owa Jawa di Hutan Lekong