Perangi Penggunaan Plastik dengan Menggunakan Ini!

Klikhijau.com – Perjalanan saya di beberapa daerah di Sulawesi Selatan belum lama ini, seperti yang saya tuliskan dengan judul sampah di sepanjang jalan nusantara. Seperti sebuah perjalanan merekam sa...

Perangi Penggunaan Plastik dengan Menggunakan Ini!
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Klikhijau.com – Perjalanan saya di beberapa daerah di Sulawesi Selatan belum lama ini, seperti yang saya tuliskan dengan judul sampah di sepanjang jalan nusantara. Seperti sebuah perjalanan merekam sampah yang berserakan di pinggir jalan.

Sampah–sampah yang saya lihat didominasi plastik. Mulai dari pembungkus krupuk, tempat minum hingga kantong plastik.

Hidup kita sepertinya sulit lepas dari penggunaan plastik. Lebih mudah melepas kekasih yang berkhianat daripada melepaskan diri dari jerat penggunaan plastik.

Kecintaan kita pada penggunaan plastik, salah satunya disebabkan kurangnya pengetahuan kita terhadap media alternatif yang bisa digunakan menggantikannya, meski sebenarnya banyak bahan yang bisa kita gunakan yang lebih ramah lingkungan.



  •   Sedotan dari stainless, daun kelapa kering atau bambu



Sedotan jenis ini bisa kamu bawa ke mana saja saat bepergian untuk minum minuman kesukaanmu, dan setelah dipakai bisa dicuci kembali.

Sedotan stainless biasanya terbuat dari bahan besi yang aman untuk digunakan. Sedangkan, sedotan daun kelapa kering dibuat dari daun kelapa  dan bambu terbuat dari ranting bambu yang mudah terurai dalam tanah.



  • Cangkang dan kutikula serangga



Hewan bercangkang dan berkulit seperti plastik jenis crustacea dan serangga ternyata bisa dikumpulkan dan diolah menjadi plastik untuk alat-alat makanan sederhana seperti, piring, sendok, garpu, dan gelas.

Satu kilogram cangkang dan kutikula bisa diolah menjadi 15 kantung belanja serba guna. Karena diproduksi secara alami oleh hewan, proses penguraian benda-benda ini pun lebih mudah dan cepat di alam.



  •   Pati kentang



Pati adalah zat sisa dari produk makanan karbohidrat, salah satunya adalah dari kentang. Komposisi ini mudah didapat dan bisa diperoleh hingga ratusan kilogram sehingga bisa dimanfaatkan dari pabrik-pabrik besar kemasan makanan.

Beberapa perusahaan daur ulang pun telah lama memanfaatkan pati kentang untuk membuat kantung belanja bio-plastik.

Meski pembuatannya masih membutuhkan zat kimia polyurethane (bahan kunci pembuatan plastik), tapi penggunaannya jauh lebih sedikit dibanding yang 100 persen plastik, sehingga masih dianggap aman dan ramah lingkungan.



  •   Rumput laut



Rumput laut bisa diolah menjadi pengganti botol plastik air minum. David  Christian telah membuktikan hal tersebut. Ia membuat gelas dari rumput hijau. Pemuda Indonesia itu menamai temuannya Ello Jello.

Seorang pria lulusan Imperial College London, Inggris, Rodrigo Garcia Gonzales, pun menemukan melakukan hal sama, ia menikmati air minum tanpa menggunakan botol plastik. Ia mengembangkan Ooho Water Bomb, sebuah bola air yang dapat dimakan.



  • Sikat gigi bambu



Sikat gigi plastik memiliki kandungan bahan kimia berbahaya bisphenol-A (BPA) yang bisa menimbulkan infertilitas dan kanker. Tak mau kan terkena penyakit menakutkan tersebut?

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2