Pengungsi Bencana Banjir di Jayapura Mendekati Angka 10.000 Orang

oleh -87 kali dilihat
Pengungsi Sentani
Masyarakat yang mengungsi karena banjir bandang Sentani/foto-arah.com
Irhyl R Makkatutu

Sentani, Klikhijau.com – Hingga hari Selasa kemarin atau memasuki hari keempat pasca-bencana banjir bandang yang menerjang sejumlah lokasi di Kabupaten Jayapura, 9.580 orang terpaksa mengungsi di 25 titik pengungsian.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Musthofa kamal di RS Bhayangkara, Jayapura, Selasa, 19 Maret 2019 malam, menjelaskan, meningkatnya jumlah pengungsi karena proses sinkronisasi data yang terus berjalan.

Penyebaran titik pengungsian yang cukup banyak juga membuat penyatuan data berlangsung cukup lama.

KLIK INI:  Perihal Banjir di Sentani, Begini Temuan KLHK dan Solusi Pemulihannya
KLIK INI:  KLHK Akan Ambil Langkah Strategis Atasi Banjir Sentani Papua

“Titik pengungsian terbanyak ada di posko Induk Gunung Merah (kabtor Bupati Jayapura), yaitu 1.453 orang, lalu di BTN Gajah Mada 1.450 orang,” katanya.

Sementara jumlah korban tewas bencana banjir bandang hingga Selasa malam telah mencapai 97 orang dan 81 di antaranya telah dibawa ke RS Bhayangkara.

Untuk jumlah jenazah yang telah teridentifikasi dan dikembalikan kepihak keluarga adalah 38 jenazah.

KLIK INI:  Sungai Meluap, Sejumlah Rumah Terendam di Yogyakarta
KLIK INI:  DAS Bermasalah Jadi Penyebab Utama Banjir di Sulsel

Total korban yang terdampak bencana banjir bandang yang terjadi pada Sabtu malam 16 Maret 2019 mencapai 11.725 kepala keluarga.

Hingga kini, tutur Kamal, kerugian material yang bisa didata adalah 211 rumah terendam, 351 rumah rusak berat, 4 jembatan rusak berat, 8 drainase rusak berat, 4 jalan rusak berat, 2 Gereja rusak berat, 1 Masjid rusak berat, 8 skolah rusak berat, 104 ruko rusak berat.

Kemudian 1 pasar tradisional rusak berat, 5 unit kendaraan roda empat terendam dan 30 unit kendaraan roda dua terendam. (kh)

Sumber: kompas.com