Penataan Lingkungan dan Kehutanan Indonesia Dapat Pujian dari Sekjen ASEAN

oleh -145 kali dilihat
Menteri LHK, Siti Nurbaya
Menteri LHK, Siti Nurbaya/foto-dok KLHK
Irhyl R Makkatutu

Klikhijau.com – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) telah menetapkan langkah-langkah perbaikan kondisi lingkungan hidup dan mempertahankan pengelolaan hutan. Pengelolaan lingkungan hidup dan kehutanan Indonesia saat ini difokuskan pada keseimbangan aspek ekologi, ekonomi dan sosial. Hal ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Indonesia untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Pada acara Working Dinner and Discussion on Policies on Environment and Foretsry di Surabaya, Kamis, 2 Mei 2019, Sekretaris Jenderal ASEAN, H. E Dato Lim Jock Hoi memuji langkah kerja pemerintah Indonesia dalam mengelola lingkungan hidup dan kehutanan.

“Hari ini saya telah berkunjung ke BMKG dan KLHK, saya kagum dengan teknologi pemantauan Karhutla dan Tsunami Early Warning System yang dibangun Indonesia secara real time. Juga Intelligence Center yang dibangun KHLK untuk pemberantasan kejahatan lingkungan hidup dan kehutanan, dapat dijadikan contoh bagi negara ASEAN lainnya”, ungkap Dato Lim Jock Hoi.

KLIK INI:  2 Kementerian Sepakati Pengelolaan Lingkungan yang Semakin Baik

Menurut Dato Lim Jock Hoi, negara ASEAN dikarunai kekayaan alam yang luar biasa, mulai dari sumber daya laut, flora-fauna, air dan makanan serta sumber daya lainnya. Sumber daya alam ini sering kali mendapatkan tekanan yang kompleks, sehingga diperlukan kerjasama antar negara ASEAN untuk melindungi kekayaan alamnya secara bersama-sama untuk kesejahteraan masyarakat ASEAN.

“Kita perlu membangun kerjasama dalam penanganan karhutla, bencana, dan pelestarian sumber daya alam. Saya ingin Indonesia dapat berbagi pengalaman dengan negara ASEAN lainnya dalam hal teknologi dan pengalaman”, tambahnya.

Sejak berdirinya ASEAN 52 tahun yang lalu, dikatakan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya telah banyak prestasi kerja sama di bidang politik dan keamanan, ekonomi dan sosial budaya termasuk lingkungan hidup. Dengan semboyan “Satu Visi, Satu Identitas, Satu Komunitas”, ASEAN telah menjadi ekonomi terbesar keenam di dunia dan pada tahun 2050 diproyeksikan untuk peringkat sebagai ekonomi terbesar keempat (data World Economic Forum).

KLIK INI:  Waspada Kemarau Panjang 2019, KLHK akan Intensifkan Pengendalian Karhutla

“Di bidang lingkungan hidup dan kehutanan, kerja sama kami telah merangkul berbagai isu yaitu perubahan iklim, polusi kabut lintas batas, bahan kimia dan limbah, lingkungan pesisir dan laut, pendidikan lingkungan, kota yang ramah lingkungan, konservasi alam dan keanekaragaman hayati, pengelolaan sumber daya air, berkelanjutan pengelolaan hutan, perhutanan sosial, pengembangan produk hutan, dan pengelolaan satwa liar berbasis CITES”, jelas Menteri Siti.

Kunci SDG yang menjadi referensi dalam menentukan arah pengelolaan lingkungan hidup dan kehutanan Indonesia, yaitu tidak ada kemiskinan, kesehatan dan kesejahteraan yang baik, pendidikan berkualitas, pekerjaan yang layak dan pertumbuhan ekonomi, mengurangi ketidaksetaraan, konsumsi dan produksi berkelanjutan, aksi iklim, kehidupan di darat, dan kemitraan untuk tujuan.

Melalui paparan dan diskusi ini diharapkan dapat menumbuhkan saling pengertian yang lebih besar di antara negara-negara anggota ASEAN.

“Saya berharap bahwa malam ini Anda akan memiliki beberapa wawasan tentang kebijakan lingkungan dan kehutanan di Indonesia dan dapat berfungsi sebagai kesempatan untuk menegaskan kembali kolaborasi yang kuat antara Negara-negara Anggota ASEAN”, tutup Menteri Siti Nurbaya.

KLIK INI:  KLHK Siapkan Strategi Pulihkan Ekosistem Gambut Bram Itam Jambi