Paus Pembunuh yang Pernah Berkabung 17 Hari Akhirnya Punya Anak

Klikhijau.com – Rasa sakit karena kehilangan tidak hanya dialami manusia. Makhluk lain juga mengalaminya, termasuk paus pembunuh atau paus orca. Kisah kehilangan yang mengharukan dari paus ini terj...

Paus Pembunuh yang Pernah Berkabung 17 Hari Akhirnya Punya Anak
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Kembali melahirkan

Setelah kisah berdukanya selama 17 hari jadi bahan berita. Kini paus pembunuh itu kembali jadi sorotan. Namun, sorotan kali ini bukan lagi tentang kesedihan. Tapi sebaliknya, tentang kebahagian.

Itu setelah J35 ini terlihat membawa bayinya berenang dengan riang. Itu artinya ia kembali memiiki anak setelah masa berkabung itu.

Pusat Riset Paus di negara bagian Washington dalam pernyataan, mengatakan J35 kemungkinan melahirkan pada Jumat, 4 September 2020.

Kesimpulan itu diambil  setelah ia terlihat bersama bayinya di Selat Haro, sebelah barat laut Seattle beberapa hari sebelumnya. Namun, lembaga tersebut tidak merilis jenis kelamin bayi J35 tersebut.

"Hore! Bayi paus kelihatannya sehat dan berkembang pesat, berenang penuh semangat di samping induknya pada hari kedua berenang bebas," kata lembaga itu.

Lembaga Pusat Riset Pau situ juga mengatakan, "Maka kami akhiri pertemuan kami dengannya setelah beberapa menit dan mendoakan agar mereka selamat, kami harap bayi paus ini merupakan kisah sukses.”

Paus orca mencari makan pada anggota kelompok resident. Mereka bergerak dengan kecepatan 6 km/jam dengan lama pencarian makan mencapai 2-3 jam tetapi dapat bertahan sampai 7 jam.

Makanan  utama paus ini adalah ikan salmon chinook, ikan salmon dikejar, ditangkap lalu oleh dimakan mereka. Sayangnya salmon chinook terdaftar sebagai spesies terancam punah di bawah Undang-undang Spesies Terancam Punah di Kanada.

Tidak hanya itu, paus pembunuh juga kini terdaftar sebagai spesies terancam punah. Ancaman tersebut disebabkan oleh hilangnya habitat, penangkapan ikan untuk komersial, rekreasi, keteledoran manusia terhadap alam, serta perubahan iklim.

Padahal paus dulunya merupakan jenis ini merupakan paus yang paling mudah dijumpai dan paling besar distribusinya dari semua jenis cetaceans. Mereka biasanya ditampilkan di berbagai film, dokumenter, dan bentuk media populer lainnya.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2