Paus Orca Muncul Lebih Sering di Perairan Indonesia, Pertanda Apa?

Klikhijau.com - Dalam beberapa bulan terakhir sekelompok paus orca (Orcinus orca) banyak terlihat di perairan-perairan Indonesia. Pertanda apa di balik kemunculan mamalia laut yang dikenal sebagai pau...

Paus Orca Muncul Lebih Sering di Perairan Indonesia, Pertanda Apa?
Bacakan Artikel

Bayi paus  tersebut menarik perhatian masyarakat setempat yang kemudian mendokumentasikannya dan viral dengan video masyarakat yang memeluk dan bermain dengan bayi paus orca.

Kejadian ditemukannya Seguni terdampar tersebut dilaporkan masyarakat kepada Balai KSDA Sulawesi Utara, yang kemudian diteruskan kepada Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Makassar bekerja sama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Bolaang Mongondow serta Masyarakat Mitra Polhut (MMP) untuk melakukan evakuasi dan mengembalikannya kembali ke laut lepas. Untuk memastikan bayi paus orca tidak kembali ke wilayah pesisir upaya pemantauan dilakukan hingga sore harinya.

Sama seperti satwa liar lainnya, paus ini tidak terbiasa hidup berdekatan dengan manusia. Sehingga adanya interaksi yang berlebihan dengan manusia akan mengakibatkan satwa mengalami gejala stress/tertekan sehingga dapat membahayakan manusia ataupun satwa itu sendiri.

Sebelumnya, pada tahun 2018 kemunculan paus Seguni juga tercatat di perairan Maratua, Kalimantan Timur, dan pada tahun 2019 terlihat di Teluk Manado, Sulawesi Utara, dan terkahir muncul video viral paus orca berada di perairan Biak Numfor.

"Kemunculan paus orca di perairan Indonesia salah satunya karena perairan di Indonesia merupakan salah satu jalur lintas paus orca dengan kelompoknya yang terdiri atas 5-7 ekor," tambah Indra.

Indra pun meminta masyarakat lebih waspada dalam berinteraksi langsung dengan mamalia laut ini karena paus orca merupakan hewan karnivora dan memiliki gigi yang sangat taja

Seberapa berbahaya?

Melansir CNN Indonesia, peneliti Paus Orca Darilaut.id, Verrianto Madjowa mengatakan Paus Seguni tidak pernah mengganggu nelayan karena hidup di alam bebas.

Pernyataan itu merujuk pada unggahan video salah satu akun Instagram yang memperlihatkan sekumpulan orang di Desa Inobonto, Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara memeluk dan mencium paus pembunuh.

Tak hanya memeluk, beberapa warga bahkan berebut untuk berfoto dengan paus yang awalnya mereka anggap adalah lumba-lumba. Menurut Verrianto, video itu diambil pada tanggal 24 Juni 2020 pukul 05:00 waktu setempat.

"Tidak pernah ada sejarah selama ini paus orca mengejar, membunuh atau membuat manusia celaka. Tidak pernah. Di seluruh dunia, bukan hanya di Indonesia," tegasnya.

Secara fisik, Paus ini memang tampak mengerikan yakni dengan gigi tajam hingga 10 sentimeter. Konon, pelaut Australia sering memanfaatkan Paus ini untuk memburu paus-paus lain.

Kata 'whale killer' sebetulnya lebih identik sebagai mahluk pembunuh paus. Jadi, sebenarnya Seguni tidak memburu manusia, melainkan mamalia lain yang ada di laut, misalnya paus, singa laut, dugong, atau anjing laut.

Ia juga suka memburu ikan, gurita, cumi-cumi, dan burung laut yang berada dekat permukaan.

Dengan tubuh yang besar, gigi panjang yang tajam, dan kemampuan berburu yang baik, paus orca termasuk salah satu predator tingkat satu di Bumi.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2