Klikhijau.com - Dalam beberapa bulan terakhir sekelompok paus orca (Orcinus orca) banyak terlihat di perairan-perairan Indonesia. Pertanda apa di balik kemunculan mamalia laut yang dikenal sebagai pau...
Klikhijau.com - Dalam beberapa bulan terakhir sekelompok paus orca
(Orcinus orca) banyak terlihat di perairan-perairan Indonesia. Pertanda apa di balik kemunculan
mamalia laut yang dikenal sebagai paus pembunuh
(whale killer) ini?
Menurut Wikipedia, paus Orca atau Seguni merupakan spesies terbesar dari keluarga lumba-lumba. Sebenarnya paus ini tergolong sebagai lumba-lumba. Namun, karena ukurannya yang sangat besar dibanding lumba-lumba lain, banyak yang menyebutnya sebagai paus.
Dalam bahasa Spanyol, paus ini dikenal sebagai
ballena asesin. Sedangkan suku asli Amerika Haida memanggil paus orca
skana, yang artinya iblis pembunuh, dan suku Aleut memanggilnya
polossatik atau yang ditakuti.
Mamalia laut yang termasuk dalam famili delphinidae ini dilindungi berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (PermenLHK) Nomor: P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018.
[irp]
Pertanda apa di balik kemunculannya?
Kemunculan paus pembunuh ini dianggap hal yang biasa, karena memang memiliki kemampuan
echolocation untuk mengetahui letak makanan di laut, makanya paus ini sangat jago berburu.
Karena itu pula, Seguni memang bisa ditemui di mana saja. Mulai dari laut Arktika yang dingin di kutub utara dan selatan, sampai perairan yang hangat di tempat tropis dekat ekuator. Jadi, kemunculan paus ini merupakan fenomena alam yang sebenarnya adalah pola pergerakan migrasi spesies tersebut.
"Migrasi paus orca lazim terjadi pada mamalia laut dengan pola pergerakan yang mengikuti suhu air laut untuk mencari makan," ujar Indra Exploitasia, Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati (KKH) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (
KLHK), di Jakarta, 10 Juli 2020.
Tercatat kemunculan paus Seguni pertama kali terlihat pada bulan April 2020 di perairan Anambas, Kepulauan Riau. Kemunculan ini diikuti dengan kemunculan berikutnya di pesisir Pantai Desa Wureh, Flores Timur dan di perairan Biak Numfor, Provinsi Papua pada bulan 21 Juni 2020.
Selanjutnya pada hari Rabu, tanggal 24 Juni 2020 paus tersebut kembali terlihat di perairan Inobonto, Sulawesi Utara.
[irp]
Paus pembunuh yang terlihat di wilayah pesisir perairan Inobonto tersebut merupakan bayi paus orca dengan panjang sekitar 2 meter yang diperkirakan terdampar karena terlepas dari kawanannya kemudian diselamatkan oleh nelayan setempat.
Bayi paus tersebut menarik perhatian masyarakat setempat yang kemudian mendokumentasikannya dan viral dengan video masyarakat yang memeluk dan bermain dengan bayi paus orca.
Kejadian ditemukannya Seguni terdampar tersebut dilaporkan masyarakat kepada Balai KSDA Sulawesi Utara, yang kemudian diteruskan kepada Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Makassar bekerja sama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Bolaang Mongondow serta Masyarakat Mitra Polhut (MMP) untuk melakukan evakuasi dan mengembalikannya kembali ke laut lepas. Untuk memastikan bayi paus orca tidak kembali ke wilayah pesisir upaya pemantauan dilakukan hingga sore harinya.
Sama seperti satwa liar lainnya, paus ini tidak terbiasa hidup berdekatan dengan manusia. Sehingga adanya interaksi yang berlebihan dengan manusia akan mengakibatkan satwa mengalami gejala stress/tertekan sehingga dapat membahayakan manusia ataupun satwa itu sendiri.
[irp]
Sebelumnya, pada tahun 2018 kemunculan paus Seguni juga tercatat di perairan Maratua, Kalimantan Timur, dan pada tahun 2019 terlihat di Teluk Manado, Sulawesi Utara, dan terkahir muncul video viral paus orca berada di perairan Biak Numfor.
"Kemunculan paus orca di perairan Indonesia salah satunya karena perairan di Indonesia merupakan salah satu jalur lintas paus orca dengan kelompoknya yang terdiri atas 5-7 ekor," tambah Indra.
Indra pun meminta masyarakat lebih waspada dalam berinteraksi langsung dengan mamalia laut ini karena paus orca merupakan hewan karnivora dan memiliki gigi yang sangat taja
Seberapa berbahaya?
Melansir
CNN Indonesia, peneliti Paus Orca Darilaut.id, Verrianto Madjowa mengatakan Paus Seguni tidak pernah mengganggu nelayan karena hidup di alam bebas.
Pernyataan itu merujuk pada unggahan video salah satu akun Instagram yang memperlihatkan sekumpulan orang di Desa Inobonto, Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara memeluk dan mencium paus pembunuh.
[irp]
Tak hanya memeluk, beberapa warga bahkan berebut untuk berfoto dengan paus yang awalnya mereka anggap adalah lumba-lumba. Menurut Verrianto, video itu diambil pada tanggal 24 Juni 2020 pukul 05:00 waktu setempat.
"Tidak pernah ada sejarah selama ini paus orca mengejar, membunuh atau membuat manusia celaka. Tidak pernah. Di seluruh dunia, bukan hanya di Indonesia," tegasnya.
Secara fisik, Paus ini memang tampak mengerikan yakni dengan gigi tajam hingga 10 sentimeter. Konon, pelaut Australia sering memanfaatkan Paus ini untuk memburu paus-paus lain.
Kata
'whale killer' sebetulnya lebih identik sebagai mahluk pembunuh paus. Jadi, sebenarnya Seguni tidak memburu manusia, melainkan mamalia lain yang ada di laut, misalnya paus, singa laut, dugong, atau anjing laut.
Ia juga suka memburu ikan, gurita, cumi-cumi, dan burung laut yang berada dekat permukaan.
Dengan tubuh yang besar, gigi panjang yang tajam, dan kemampuan berburu yang baik, paus orca termasuk salah satu predator tingkat satu di Bumi.
[irp]