Menularkan Spirit Hidup Hijau Versi penuh
Olahraga dan Kesehatan

Patah Tulang Bisa Obati Banyak Penyakit, Begini Penjelasannya

Klikhijau.com - Patah tulang (Euphorbia tirucalli) adalah adalah tanaman perdu yang tumbuh tegak. Tanaman ini biasanya memiliki tinggi antara 2-6 m. Memiliki cabang yang banyak dan bergetah seperti su...

Oleh Tim Redaksi 05 Apr 2019 23:18 3 menit baca
Klikhijau.com - Patah tulang (Euphorbia tirucalli) adalah adalah tanaman perdu yang tumbuh tegak. Tanaman ini biasanya memiliki tinggi antara 2-6 m. Memiliki cabang yang banyak dan bergetah seperti susu yang beracun. Tanaman ini memiliki ranting yang bulat silinder berbentuk pensil, beralur halus membujur, dan berwarna hijau. Setelah tumbuh sejengkal, akan bercabang dua yang letaknya melintang, demikian seterusnya sehingga tampak seperti percabangan yang terpatah-patah. Memiliki bunga majemuk, tersusun seperti mangkuk, warnanya kuning kehijauan seperti ranting. Biasanya, tumbuhan ini lebih banyak menghasilkan bunga jantan ketimbang bunga betina. Jika masak, buahnya akan pecah dan melemparkan biji-bijinya. [irp posts="3534" name="Di Tangan Tien, Rumput Liar Menjelma Sedotan Ramah Lingkungan"] Dikutip dari wikipedia, tanaman ini tersebar di daerah tropis Afrika yang aslinya tersebar dari Angola hingga Zanzibar. Namun secara luas ditanam dan dinaturalisasi di seluruh daerah tropis dan subtropis. Tanaman tropis ini menyukai tempat terbuka yang terkena cahaya matahari langsung. Namun, habitat aslinya terdapat di semak-semak kering. Tanaman patah tulang tidak memiliki daun seperti tanaman lain pada umumnya. Daunnya sangat jarang dan hanya ada di pucuk atau bagian tertentu saja. Tanaman ini biasanya ditemukan di dataran rendah sampai ketinggian 600 mdpl. Di Indonesia, tanaman ini dijadikan sebagai tanaman pagar, tanaman hias di pot, sebagai obat, dan ada pula yang tumbuh liar. Tanaman patah tulang di Indonesia memiliki beberapa nama daerah seperti patah tulang (Sumatra), susuru (Sunda), kayu urip, pancing tawa, tikel balung (Jawa), kayu potong (Jawa Timur), kayu jaliso, kayu leso, kayu longtolangan, kayu tabar (Madura). Patah tulang sebagai obat Para ahli pengobatan zaman dulu memanfaatkan tanaman ini untuk mengobati tulang patah. Bagian yang paling sering dimanfaatkan untuk obat adalah kulit batang dan getahnya, seperti tercantum dalam buku yang ditulis oleh Kloppenburgh Versteegh (IPB Press, 2006). Selanjutnya >> Tanaman ini mampu meredakan rasa sakit dan pencegah infeksi. Meski penggunaannya sebagai obat patah tulang sekarang ini tak lazim lagi, tanaman patah tulang masih sering digunakan untuk tindakan pertolongan pertama. Senyawa aktif yang terkandung pada batang patah tulang, yaitu glikosida, sapogenin, dan asam elagat. Senyawa sapogenin terbukti membantu mempercepat penyembuhan luka sayat. Senyawa sapogenin mempengaruhi pembentukan kolagen (tahap awal perbaikan jaringan). Selain itu, minyak yang didapatkan dari getahnya untuk pemanfaatan pada linoleum, jas kain minyak, dan industri kulit sandang. Kayu keras, putih, serat kayu yang padat dari tanaman patah tulang ini digunakan untuk kasok, mainan, dan melapisi dengan lapisan kayu halus. Sementara arangnya cocok untuk digunakan sebagai bubuk mesiu. Akarnya dapat digunakan untuk mengeluarkan bisa ular. Di Maluku dan Malabar, tanaman ini dapat digunakan untuk merangsang muntah dan antisipilis. [irp posts="3366" name="Manfaat Buah Ciplukan, dari Masalah Mulut hingga Tangkal Kanker"] Sementara itu, suku Kulawi di Sulawesi Tengah memanfaatkan daun tanaman patah tulang sebagai diuretik (peluruh air seni), dan getahnya dapat menyembuhkan sakit gigi. Setiawan Dalimartha dalam bukunya Atlas tanaman Obat Indonesia Jilid II (Trubus Agriwidya, 2003), akar dan ranting dapat digunakan untuk nyeri lambung, tukak rongga hidung, rematik, tulang terasa sakit, nyeri saraf, wasir, dan sifilis. Batang kayu digunakan untuk sakit kulit, kusta, dan kaki tangan mati rasa. Peneliti India membuktikan bahwa getah kulit kayu euphorbia tirucalli, bermanfaat sangat besar dalam dunia kesehatan sebagai antibakterial, antikarsinogen, antisipilis, antimikroba, serta dapat mengontrol parasit pada usus, mengatasi asma, batuk, rematik, kanker, tumor kulit, serta penyakit lain. Selain pengobatan yang telah disebutkan di atas, patah tulang juga dikenal beracun untuk nematoda dan efektif pula terhadap larva Aedes aegypti dan Culex quinquefasciatus. Hal ini membuat ranting patah tulang yang sudah kering bisa digunakan untuk mengusir nyamuk. [irp posts="3280" name="Juliette dan Sarah Ungkap 4 Jenis Bumbu Masakan yang Bisa Panjangkan Usia"]
Topik terkait
#tanaman patah tulang #euphorbia tirucalli #obat tradisional