Patah Tulang Bisa Obati Banyak Penyakit, Begini Penjelasannya

oleh -2,967 kali dilihat
Patah Tulang Bisa Obati Banyak Penyakit, Begini Penjelasannya
Tanaman Patah Tulang (Euphorbia Tirucalli)

Klikhijau.com – Patah tulang (Euphorbia tirucalli) adalah adalah tanaman perdu yang tumbuh tegak. Tanaman ini biasanya memiliki tinggi antara 2-6 m. Memiliki cabang yang banyak dan bergetah seperti susu yang beracun.

Tanaman ini memiliki ranting yang bulat silinder berbentuk pensil, beralur halus membujur, dan berwarna hijau.

Setelah tumbuh sejengkal, akan bercabang dua yang letaknya melintang, demikian seterusnya sehingga tampak seperti percabangan yang terpatah-patah.

Memiliki bunga majemuk, tersusun seperti mangkuk, warnanya kuning kehijauan seperti ranting. Biasanya, tumbuhan ini lebih banyak menghasilkan bunga jantan ketimbang bunga betina. Jika masak, buahnya akan pecah dan melemparkan biji-bijinya.

KLIK INI:  Di Tangan Tien, Rumput Liar Menjelma Sedotan Ramah Lingkungan

Dikutip dari wikipedia, tanaman ini tersebar di daerah tropis Afrika yang aslinya tersebar dari Angola hingga Zanzibar. Namun secara luas ditanam dan dinaturalisasi di seluruh daerah tropis dan subtropis.

Tanaman tropis ini menyukai tempat terbuka yang terkena cahaya matahari langsung. Namun, habitat aslinya terdapat di semak-semak kering.

Tanaman patah tulang tidak memiliki daun seperti tanaman lain pada umumnya. Daunnya sangat jarang dan hanya ada di pucuk atau bagian tertentu saja. Tanaman ini biasanya ditemukan di dataran rendah sampai ketinggian 600 mdpl.

Di Indonesia, tanaman ini dijadikan sebagai tanaman pagar, tanaman hias di pot, sebagai obat, dan ada pula yang tumbuh liar.

Tanaman patah tulang di Indonesia memiliki beberapa nama daerah seperti patah tulang (Sumatra), susuru (Sunda), kayu urip, pancing tawa, tikel balung (Jawa), kayu potong (Jawa Timur), kayu jaliso, kayu leso, kayu longtolangan, kayu tabar (Madura).

Patah tulang sebagai obat
Para ahli pengobatan zaman dulu memanfaatkan tanaman ini untuk mengobati tulang patah. Bagian yang paling sering dimanfaatkan untuk obat adalah kulit batang dan getahnya, seperti tercantum dalam buku yang ditulis oleh Kloppenburgh Versteegh (IPB Press, 2006).

Selanjutnya >>