Pakai Pikap ke Sikola Macca, Mahasiswa Jepang Makan di Daun Pisang

oleh -389 kali dilihat
Pakai Pikap ke Sikola Macca, Mahasiswa Jepang Makan di Daun Pisang
Pakai pikap ke Sikola Macca, mahasiswa Jepang makan di daun pisang/Foto-ist

Klikhijau.com – Alasannya sederhana sehingga dua puluh mahasiswa asal Jepang memilih naik mobil pikap. Mereka ingin menikmati pemandangan Kabupaten Sinjai, Selasa, 18 September 2019.

Apalagi tujuannya adalah Kecamatan Sinjai Barat, Desa Bonto Salama. Sebuah desa yang “diletakkan” di atas gunung.

Perjalanan menuju ke sana dari Desa Tongke-tongke memakan waktu dua jam lebih dengan medan yang cukup menantang.

Desa Bonto Salama memang istimewa sehingga dapat kunjungan mahasiswa Jepang. Di sana berdiri dengan “angkuh” bangunan dari bambu.

KLIK INI:  Perjalanan ke Hutan Mangrove Tongke-tongke dan Cerita yang Mengiringinya

Bangunan itu seolah menantang bangunan yang mengapitnya yang terbuat dari batu bata.

Bangunan tersebut cukup ramah lingkungan, semua bahannya selain baut terbuat dari bahan alami. Tiang hingga dindingnya dari bambu dan atapnya dari daun rumbia. Namanya Sikola Macca

Kedua puluh satu mahasiswa asal Universitas Kobe Jepang tersebut seolah lerai dari rasa capeknya menahan goncangan mobil pikap yang mereka tumpangi begitu sampai.

Sambutan yang cukup meriah menyambut mereka dan tentu yang paling menarik, mereka disuguhi makanan yang ramah lingkungan oleh pihak Sikola Macca.

Makan di daun pisang

“Sengaja kami suguhkan makanan tradisional untuk menjaga kearifan lokal Sinjai,” ungkap Rahman Samuda, salah seorang pengurus Sikola Macca.

Suguhan makanan berupa ubi rebus, onde-onde, pisang goreng tidak menggunakan piring, tetapi daun pisang yang diletakkan tampah.

Tampah adalah alat rumah tangga yang terbuat dari anyaman bambu, biasanya digunakan untuk menampi beras.

Pihak Sikola Macca bukan tanpa alasan memakai daun pisang, sebab jika menggunakan piring kurang ramah lingkungan, sebab harus dicuci dengan menggunakan sabun pencuci. Sabun tersebut sedikit banyaknya mengandung zat kimia yang bisa “meracuni” tanah dan lingkungan.

Selain itu, saat makan siang, pihak Sikola Macca pun menggunakan daun pisang yang dipakai sebagai pengganti piring. Mereka makan dengan cara berjamaah di daun pisang.

Hanya sayang, untuk minum mereka menyuguhi tamunya dari Jepang itu dengan air mineral dari gelas plastik.

KLIK INI:  Disambangi Mahasiswa Jepang, Komunitas Tobonga Pamerkan Teater Pematang Sawah