Oyong, Si Bulat Panjang yang Enak dan 2 Kandungan Ajaibnya
Klikhijau.com - Pernah mengonsumsi oyong? Rasanya enak dan kandungannya ajaib. Oyong (Luffa acutangula (L.) Roxb) biasanya menjadi salah satu isian sop atau sayur bening. Nama lain tanaman ini adal...
Klikhijau.com - Pernah mengonsumsi oyong? Rasanya enak dan kandungannya ajaib. Oyong (Luffa acutangula (L.) Roxb) biasanya menjadi salah satu isian sop atau sayur bening.
Nama lain tanaman ini adalah gambas atau blustru. Dalam bahasa Inggris, dikenal dengan nama towel gourd.
Tanaman ini termasuk dalam famili Cucurbitaceae. Tanaman yang berasal dari India ini telah beradaptasi dengan baik di Asia Tenggara termasuk Indonesia.
Oyong merupakan tanaman setahun dan dapat tumbuh di dataran rendah hingga dataran tinggi. Tanaman ini juga dijumpai di semak, tepi sungai dan pantai. Mereka dapat ditanam di ladang, sawah dan tegalan.
Agar dapat tumbuh dengan baik, tanaman ini membutuhkan iklim yang kering dengan ketersediaan air yang cukup sepanjang musim dan dalam kisaran suhu 18-24°C.
Tanah yang paling ideal bagi budidaya oyong adalah tanah yang subur, gembur, banyak mengandung humus, beraerasi dan berdrainase baik, serta mempunyai pH 5,5–6,8.
[irp]
Oyong berbatang lunak dengan bentuk segi lima. Tanaman ini tumbuh merambat, serta mempunyai sulur yang digunakan sebagai alat untuk merambat.
Secara morfologi oyong memiliki tangkai daun berwarna kuning kecoklatan dengan panjang 3-8 cm, teksturnya berbulu halus dan berlekuk. Helaian pada daunnya bewarna hijau redup dengan panjang 10 cm – 25 cm bertekstur kasar dan bentuknya lonjong (silindris).
Untuk bunganya, oyong termasuk bunga berkelamin satu (monoecus) yaitu bunga jantan dan betina terdapat dalam satu tanaman. Bunganya berwarna kuning, dapat menyerbuk sendiri (self pollination) dan menyerbuk silang (cross pollination).
Bunga oyong termasuk bunga berkelamin satu (monoecus). Buahnya berbentuk bulat panjang dengan bagian pangkal kecil.
Buah oyong berbentuk bulat panjang dengan bagian pangkal kecil. Buahnya berukuran panjang 15 cm – 60 cm, lebar 5 cm – 12 cm dengan diameter 5 cm – 8 cm. Tiap buah berbiji banyak, bentuk biji gepeng, berwarna hitam dan rasanya pahit. Tiap biji berukuran panjang 0,6-0,8 cm dan lebar 0,5-0,6 cm dengan struktur kulit agak keras (Rukmana, 2000).
Buah yang sudah tua berwarna hijau kecoklatan hingga kuning coklat, dan kulit biji berwarna hitam dan keras. Bagian dalam dari buah yang sudah masak terdapat anyaman sabut yang rapat. Sabut ini sering digunakan sebagai spons (Stephens, 2003).
[irp]