Nasib Si Kecil Kukang Jawa di Ujung Tanduk

oleh -1,774 kali dilihat
Nasib Si Kecil Kukang Jawa di Ujung Tanduk
Si kecil kukang/foto-Dictio.id
Irhyl R Makkatutu

Klikhijau.com – Kukang Jawa (Nycticebus javanicus) kembali menjadi salah satu korban jual beli satwa ilegal. Populasi Kukang Jawa makin terancam. Mulai unsur klenik hingga kelucuannya, satwa yang sejatinya wajib dilindungi ini justru masih banyak diburu.

Kukang merupakan primata imut yang dijuluki si malu-malu. Sifat satwa yang ukuran tubuhnya antara 20-30 centimeter ini memang pemalu dan akan membuat gemas bagi yang memandangnya.

Hal lain yang membuat kita penasaran terhadap kukang adalah gerakannya yang lamban. Ini bisa dilihat dari cara jalannya yang santai kala melingkar di cabang pohon serta saat ia mengunyah makanan yang begitu pelan.

KLIK INI:  Anoa, Kisah dan Habitatnya yang Terancam Punah

Dokter hewan dari International Animal Rescue (IAR) Indonesia, Wendi Prameswari mengungkapkan tak sedikit orang tertarik dengan kelucuan kukang dan ingin memeliharanya. Kondisi itu, membuat permintaan atas kukang selalu meningkat.

Kukang dikenal lucu, jadi banyak yang ingin memelihara, tutur Wendi, salah seorang dokter hewan dari International Animal Rescue (IAR) Indonesia.

Selain kelucuannya, kukang diburu karena digunakan dalam dunia klenik atau ilmu gaib. Kukang dipercaya berfungsi sebagai pelet atau sejenis ilmu gaib yang mendekati pemahaman mantra cinta.

KLIK INI:  Badak Putih Utara Bisa Lolos dari Kepunahan Berkat Bayi Tabung

Mitos lain yang berkembang di masyarakat adalah menjadikan kukang sebagai tumbal untuk pembangunan jalan atau jembatan. Alasannya, agar jalan atau jembatan tersebut awet dan tidak mudah rusak.

Selain itu, sebagian masyarakat juga meyakini kukang memiliki khasiat dalam pengobatan tradisional. Namun Wendi mengklaim, tak mengetahui pasti keterkaitan kukang dengan hal klenik maupun pengobatan tradisional tersebut.

Ragam alasan memelihara kukang, salah satunya di rumah, nyatanya telah membuat hewan nocturnal itu banyak diburu. Belum lagi, tak banyak yang paham memelihara kukang. Populasinya pun semakin terancam.

KLIK INI:  Cerita Miris dari Kalimantan, Pesut Mahakam Terdesak ke Tepi Kepunahan
Biarkanlah kukang hidup liar!

Padahal, kukang merupakan satwa yang dilindungi berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem. Kukang dilarang untuk dieksploitasi, seperti diburu, dipelihara, diperjualbelikan maupun dimanfaatkan bagian tubuhnya.

Ancaman hukuman memelihara kukang adalah penjara maksimal lima tahun dan denda sebesar Rp 100 juta. Kukang adalah hewan yang dilindungi dan bukan untuk dipelihara.

Salah satu penelitian yang dilakukan oleh Nafisatul Ulfa dan Mirzan Adi Wibowo dari Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor di Yayasan International Animal Rescue Indonesia (YIARI) menunjukkan adanya potensi zoonosis yaitu penyakit yang dapat menular dari hewan kepada manusia atau sebaliknya yang ditemukan pada kukang. Salah satu penyakit yang dapat menular ke manusia adalah cacingan.

Jumlah cacing yang cukup tinggi ini ditemukan dari hasil pemeriksaan feses (kotoran) kukang. Cacing yang ditemukan merupakan genus nematoda (cacing gilik) dan cestoda (cacing pipih).

KLIK INI:  Ekidna, Si Moncong Panjang Khas Papua yang Tak Populis dan Terancam Punah

Penularan penyakit cacing dari satwa ke manusia ini dapat terjadi melalui telur yang tertelan maupun yang terhirup manusia. Atau, melalui kontak langsung ataupun juga melalui telur yang berada di tanah, buah, air, hingga pakaian.

Hingga kini belum diketahui pasti jumlah kukang jawa karena survey untuk populasi satwa nocturnal termasuk jarang. Namun, populasinya tergolong critically endangered atau terancam punah. Dalam kurun waktu 24 tahun terakhir, populasi kukang turun hingga 80%.

Kukang seharusnya memang disayang. Karena, di alam, kukang menghisap madu bunga, memakan serangga, buah-buahan, dan merupakan bagian dari ekosistem yang tentunya menjaga keseimbangan alam.

Memburu kukang sama saja dengan mengganggu keseimbangan ekosistem alam yang telah tertata baik dan rapi. Membiarkan kukang hidup liar merupakan cara bijak kita melestarikan kukang di alam.

KLIK INI:  HKAN diwarnai Momen Pelepasliaran Satwa, Tukik di Lombok dan Kukang di Agam