Nasabah Bank Sampah Menurun Drastis Selama Pandemi Covid-19

oleh -271 kali dilihat
Nasabah Bank Sampah Menurun Drastis Selama Pandemi Covid-19
AKtivitas di bank sampah Asoka, Jalan Kumala 2 Tamalate Makassar menurun selama pandemi. Sampah disemprot desinfektan terlebih dahulu sebelum dikemas dalam karung - Foto/Ist
Anis Kurniawan

Klikhijau.com – Nasabah bank sampah menurun drastis selama masa pandemi Covid-19. Ini pertanda, kebanyakan orang mengumpul sampahnya di rumah lalu berharap terbuang ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

Hal itu dikatakan Ketua umum Asosiasi Bank sampah Indonesia (ASOBSI), Saharuddin Ridwan. Menurut Saharuddin, pandemi Covid-19 yang mewabah sejak awal bulan Maret lalu di kota Makassar, sangat mempengaruhi  sektor ekonomi, salah satunya kegiatan bank sampah di Kota Makassar.

Penurunan bahkan semakin drastis sejak Pemerintah Kota Makassar memberlakukan Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB) yang membuat aktivitas penjemputan dan pembelian di bank sampah unit di kota Makassar dibatasi.

“Dalam beberapa pekan terakhir, aktivitas penimbangan di Bank sampah unit maupun Bank sampah pusat (UPT. Pengelolaan persampahan dan Daur Ulang) Makassar menurun drastis  hingga 70%,” kata Saharuddin pada Klikhijau, Senin 4 Mei 2020.

KLIK INI:  Bendungan Bili-Bili Status Waspada, Begini Pernyataan Bupati Gowa

ASOBSI mencatat, pada Januari (2020) reduksi  sampah  di Kota Makassar mencapai  89.331kg dan 2.435 pcs meningkat pada bulan  Februari  97.665 kg dan 1.026 pcs. Namun menurun drastis pada Maret yakni hanya 57.921kg dan 1.339 pcs.

“Perbandingan sejak mewabahnya virus corona reduksi sampah mengalami penurunan drastis hingga 40%,” ungkap Saharuddin.

Rendahnya serapan sampah terpilah dari sumbernya membuat meningkatnya sampah yang terbuang ke TPA yang akan memperpendek usia TPA.

Sementara itu, Andi Nurdianzah, dari Yayasan Peduli Negeri (YPN) Makassar berharap ada bantuan pemerintah untuk mencegah penularan covid–19 ini. Menurutnya, pemerintah setidaknya menyediakan APD yang cukup bagi pengurus Bank Sampah yang masih beroperasi.

KLIK INI:  Mengapa Masih Ada Sampah Plastik di Antara Kita?

“Semoga pandemi ini cepat berlalu sehingga bank sampah bisa beroperasi seperti biasanya.”tutup Andi Nurdianzah.

Dalam pantauan Klikhijau, hingga saat ini bank sampah yang tersebar di tiap kelurahan di Makassar memang tidak dilengkapi APD yang memadai. Hal ini tentu sangat berisiko bagi para pengurus bank sampah.

Penurunan massal akibat pandemi

Penurunan tabungan sampah di bank sampah sejak pandemi juga dirasakan di Yogyakarta. Hal itu diakui oleh Siti Rokayah dari bank sampah lintas Winongo RW 11 Kelurahan Mijo Yogyakarta.

Walau tetap membuka pelayanan dan penerimaan nasabah, namun selama pandemi ada penurunan drastis penabung sampah.

“Berkurang drastis mas selama ada wabah, tapi tetap semangat,” kata Siti Rokayah saat dikonfirmasi akhir Maret lalu.

Nasabah bank sampah bahkan sangat sepi di Palu Sulawesi Tengah. Hal ini diakui Fitriyanti,  salah seorang pegiat bank sampah di Palu. “Selama pandemi, kami belum mengelola sampah. Tidak ada nasabah juga yang datang seperti hari biasa,” katanya saat dihubungi Klikhijau, Senin 4 Mei 2020.

Penurunan nasabah juga dirasakan di Bank Sampah Sahabatku Purbalingga, Jawa Tengah. “Nasabah menurun karena kami mengurangi jadwal pengambilan. Kami hanya melayani mereka yang sampahnya sudah siap dan sudah terpilah,” kata Raden Roro Hendarti, Founder Bank Sampah Sahabatku.

Sebelumnya, sejumlah komunitas peduli lingkungan di seluruh Indonesia membuat aksi penggalangan dana untuk donasi APD bagi para pemulung dan petugas kebersihan. Aksi ini dibuat mengingat kelompok masyarakat yang bekerja di sektor sampah sangat potensi terdampak penyebaran Covid-19.

KLIK INI:  Ibu Atma, Perempuan yang Mencintai Sampah