Mubes ke-3, Sispala GEMPA SMKN 2 Bulukumba Dipimpin Perempuan

oleh -588 kali dilihat
Sispala GEMPA SMKN 2 Bulukumba /foto-Ist
Irhyl R Makkatutu

Klikhijau.com – Musyawarah Besar (Mubes) Siswa Pecinta Alam Generasi Muda Pecinta Alam (Sispala GEMPA) SMKN 2 Bulukumba digelar di lapangan Andi Salengke Borongrappoa, 19 Desember 2019.

Musyawarah yang berlangsung sengit dan penuh dinamika tersebut, akhirnya menyepakati terpilihnya ketua baru yakni Diva Alvha Ruslan. Diva adalah seorang perempuan yang dikenal aktif dalam berbagai kegiatan kepemudaan di kecamatan Kindang.

Para peserta Mubes berharap, komunitas ini dapat memberikan perubahan positif dan menjadi pelopor pemuda yang berprestasi. Terutama dalam upaya menebar kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan bagi kelestarian alam.

Pembina organisasi Sispala Gempa, Andi Baso Lolo mengatakan, dengan terpilihnya ketua organisasi yang baru semoga mampu membawa perubahan besar dalam organisasi terkait perannya terhadap sekolah, sosial masyarakat serta lingkungan.

KLIK INI:  Kearifan Lokal Suku Kajang dalam Melestarikan Hutan

“Saya berharap ketua terpilih ke depannya mampu mengharumkan nama sekolah dengan ikut dan menjuarai lomba-lomba kepecinta alaman, baik di tingkat provinsi maupun tingkat nasional,” tuturnya.

Sementara itu, Difa yang kini dipercayakan mengemban amanah organisasi berharap untuk selalu diberi support dan bersama-sama menyukseskan setiap kegiatan yang dijalankan.

“Saya percaya bahwa tidak ada organisasi yang sukses apabila di dalamnya tidak terjalin kerjasama yang baik. Olehnya itu, saya berharap ada dukungan dan bimbingan dari pembina, dewan senior, serta teman-teman anggota dalam menjalankan roda organisasi,” ungkap Difa optimis.

Dalam perjalanannya, Gempa SMK 2 Bulukumba telah eksis sejak 2016 lalu. Organisasi ini telah banyak menyukseskan kegiatan-kegiatan baik di internal sekolah maupun berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan di luar sekolah.

Dalam pencapaian prestasinya, Sispapal Gempa pernah menjadi inisiator dalam aksi bersih gunung Bawakaraeng pada perayaan sumpah pemuda Oktober 2017 lalu.

KLIK INI:  Limbah Pustaka, Membangun Generasi di Antara Sampah dan Buku-Buku