Mitigasi Perubahan Iklim, Indonesia-Inggris Kerjasama Program Transportasi Rendah Karbon

oleh -69 kali dilihat
Mitigasi Perubahan Iklim, Indonesia-Inggris Kerjasama Program Transportasi Rendah Karbon
Dirjen Perhubungan Darat Hendro Sugiatno bersama Duta Besar Inggris untuk Indonesia menandatangani kerja sama pengembangan transportasi Rendah karbon-foto/Humas

Klikhijau.comPemerintah Indonesia dan pemerintah Inggris menyepakati kerjasama program pengembangan transportasi rendah karbon di Indonesia. Pada Selasa (5/7), telah dilakukan seremonial peluncuran program bernama “Future Cities: UK-Indonesia Low Carbon Partnership”.

Program ini merupakan langkah awal dari komitmen kedua negara untuk memitigasi dampak perubahan iklim. Melalui pengembangan transportasi publik perkotaan yang ramah lingkungan.

Hadir dalam seremonial peluncuran program kerjasama kedua negara, Dirjen Perhubungan Darat Hendro Sugiatno.

Sebelumnya, penandatanganan kesepakatan (Implementing Agreement) untuk memulai kerjasama tersebut telah dilakukan oleh Sekretaris Jenderal Kemenhub Novie Riyanto dan Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste Owen Jenkins.

KLIK INI:  Ibu Kota Baru, Etalase Peradaban Indonesia yang Ramah Lingkungan?

Penandatanganan tersebut merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman yang telah ditandatangani oleh Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi dengan Menteri Perhubungan Inggris Wendy Morton MP pada Juni 2022 lalu.

“Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perhubungan menyambut baik pelaksanaan program kerjasama ini, yang diharapkan dapat membantu pengembangan sistem transportasi perkotaan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan di Indonesia,” kata Dirjen Hendro dalam siaran pers, seperti dilansir dari laman resmi Kementrian Perhubungan RI, Kamis (7/7/2022).

Ia mengungkapkan, upaya peningkatan kualitas transportasi sejalan dengan upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan mitigasi dampak perubahan iklim.

Dalam RPJMN 2020-2024, Kemenhub memiliki tugas tidak hanya untuk meningkatkan konektivitas perkotaan melalui penyediaan angkutan umum massal, tetapi juga berkontribusi pada penurunan emisi (dekarbonisasi) di sektor transportasi.

KLIK INI:  Bantuan Perawatan Satwa Mengalir ke Lembaga Konservasi

“Kami tengah mengembangkan sejumlah angkutan umum massal perkotaan baik dalam bentuk Bus Rapid Transit (BRT) maupun di sektor perkeretaapian yang berbasis rel, yang terintegrasi dan juga menggunakan energi listrik. Melalui kerjasama ini, diharapkan upaya tersebut dapat dilakukan dengan lebih terukur, terstruktur, terakselerasi dan lebih andal dalam merencanakan dan mengimplementasikan sistem transportasi yang berkelanjutan dan ramah lingkungan,” ujarnya.

Demi menegakkan Perjanjian Paris

Pada kesempatan yang sama, Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste Owen Jenkins menyambut baik adanya kerjasama ini.

Menurutnya, kemitraan di bidang transportasi sangat penting, agar lebih percaya diri untuk menjalankan komitmen dari konferensi di Glasgow dan juga dalam rangka mewujudkan transisi menuju kendaraan nol emisi (zero emission).

“Kami berupaya untuk menegakkan Perjanjian Paris untuk menekan kenaikan suhu bumi di bawah 1,5 °C, dan berupaya melaksanakan dekarbonisasi di sektor transportasi karena 25% emisi GRK dihasilkan dari sektor transportasi,” tuturnya.

KLIK INI:  Temukan Alasan Masuk Akal Mengapa Harus Belanja Pakaian Lagi?

Pemerintah Inggris melalui UK Partnering for Accelerated Climate Transition (UK PACT) memberikan dukungan pendanaan sebesar 9 Juta Poundsterling atau sekitar Rp162 miliar, untuk pengembangan transportasi perkotaan yang ramah lingkungan di sejumlah provinsi di Indonesia, yakni: Sumatera Utara, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan.

Melalui program ini, kedua negara bersama-sama ingin menangkap peluang besar seperti, pengembangan peta jalan untuk elektrifikasi kendaraan umum secara efisien, pengintegrasian solusi ramah iklim ke dalam perencanaan pembangunan nasional dan daerah, serta perancangan proyek transportasi rendah karbon yang mampu menarik investasi.

KLIK INI:  Fashion Daur Ulang yang Hemat Energi Akan Jadi Tren Futuristik
Lima proyek

Kelima proyek dalam program Future Cities ini, yaitu:

  1. Integrasi pengembangan LRT, transit-oriented development dan land value capture di Metropolitan Semarang.
  2. Transisi menuju transportasi rendah karbon yang inklusif melalui perbaikan aspek keselamatan bagi kaum rentan.
  3. Penguatan transportasi kota berkelanjutan di kota pesisir.
  4. Ddekarbonisasi transportasi yang inklusif di Indonesia.
  5. Mobilitas bersih untuk area metropolitan Jakarta.
KLIK INI:  Ingin Berperan Ciptakan Bumi yang Lebih Hijau? Simak Tips Mencuci Pakaian Berikut!