Misteri Lukisan Tapak Tangan di Gua Prasejarah Pattunuang

oleh -674 kali dilihat
Misteri Lukisan Tapak Tangan di Gua Prasejarah Pattunuang
Kolase Klikhijau.com

Klikhijau.com – Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung (TN Babul) menemukan gua prasejarah di Resor Pattunuang.

Lokasi gua berada di Dusun Pattunuang, Desa Samangki, Simbang, Maros. Temuan ini bermula saat tim Pemetaan Alur Hidrologi Endokarst melakukan survei lanjutan pada akhir Januari 2019 lalu.

Taman nasional ini memiliki wilayah dengan ekosistem karst yang cukup luas. Pada wilayah inilah teridentifikasi manusia prasejarah telah menghuni pada ribuan hingga puluhan ribu tahun yang lalu.

Mereka memanfaatkan gua-gua alam sebagai tempat tinggalnya. Sejumlah lukisan dan tinggalan berupa alat batu dan sampah dapur sebagai buktinya.

KLIK INI:  Lancipan Maros, Teknologi Pertama Manusia Prasejarah

Tim pemetaan alur hidrologi menemukan sejumlah gambar di dinding gua. Hasil identifikasi menyimpulkan bahwa gambar tersebut merupakan gambar yang dilukis oleh manusia prasejarah. Temuan gambar berupa lukisan telapak tangan berwarna merah kehitaman.

Balai TN Babul kemudian berkoordinasi dengan instansi terkait: Balai Arkeologi Sulawesi Selatan dan Balai Pelestarian Cagar Budaya Sulawesi Selatan.

Balai Arkeologi Sulawesi Selatan kemudian menanggapi temuan ini dengan melakukan survei pendahuluan. Melakukan identifikasi tinggalan lainnya serta memetakan situasi gua prasejarah. Survei ini berlangsung pada Selasa, 30 April 2019.

Lukisan tangan berada di sisi kiri gua pada ketinggian tujuh meter dari permukaan dasar gua. Lukisan prasejarah terdiri dari empat panel.

KLIK INI:  Karst dan Gua Purba di Maros-Pangkep serta 3 Hal Fenomenal di Baliknya

Hanya dua gambar tapak tangan yang utuh dan tampak jelas. Mulut gua sendiri berada pada ketinggian 50 meter pada dinding karst. Ornamen gua ini cukup beragam. Stalaktit, stalakmit, flowstone, pilar hingga kanopi bisa dijumpai gua ini.

Tim survei Balai Arkeologi Sulawesi Selatan mengamati secara saksama kondisi gua yang belum memiliki nama ini.

“Sepertinya gua ini tak lama dihuni oleh manusia prasejarah. Tak banyak temuan sisa sampah dapur yang bisa kami temukan di permukaan. Begitupun alat batu, nihil. Hanya beberapa kerang yang kami temukan. Bisa jadi gua ini hanya menjadi persinggahan saat mereka berburu di wilayah hutan batuan karst ini,” analisis Amrullah, anggota tim survei Balai Arkeologi Sulawesi Selatan.

Semoga ke depan gua ini bisa menjadi bahan penelitian lebih lanjut untuk mengungkap misteri yang terpendam.

KLIK INI:  Mengintip Satu Abad Tata Kelola Bantimurung