Miliki DNA Mirip Manusia, Orangutan Juga Bisa Terserang ISPA
Klikhijau.com - Rasanya ada yang aneh. Setiap kemarau bertandang kebarakan hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia juga bermunculan. Apakah api di Indonesia diturunkan saat kemarau? Sehingga hampir...
Klikhijau.com - Rasanya ada yang aneh. Setiap kemarau bertandang kebarakan hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia juga bermunculan.
Apakah api di Indonesia diturunkan saat kemarau? Sehingga hampir semua wilayah ketika kemarau seakan merayakannya. Cara perayaannya terbilang mengerikan.
Selain menghabiskan satwa, tumbuhan, juga melahirkan bencana kabut asap yang mencemari udara dan mengganggu pernapasan.
Gangguan pernapasan rupanya tak hanya dialami oleh manusia, tetapi juga satwa yang lain, khususnya orang utan yang memiliki susunan DNA nyaris sama dengan manusia.
[irp posts="8134" name="Waspada! Karhutla dan Kemarau Berkepanjangan Picu Kasus Ispa"]
Dari bulan Agustus lalu, Badan dan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat terdapat 328.724 hektar hutan dan lahan terbakar di Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.
Karhutla itu menyebabkan kabut asap. Saat ada kabut asap, partikel debu, dan karbon sisa pembakaran dapat masuk ke saluran pernapasan.
Jika itu terjadi akan menyebabkan reaksi alergi yang memicu infeksi seperti bronkitis dan pneumonia akibat menurunnya sistem kekebalan tubuh.
Dengan memiliki kemiripan DNA dengan manusia, orangutan juga terancam penyakit yang sama dengan manusia, yakni infeksi saluran pernapasan atas terjadi di saluran napas bagian atas seperti di hidung, tenggorokan, dan bronkia.
[irp posts="5984" name="4 Orang Utan Dilepasliarkan di Rimba Kalimantan"]