Menko PMK Muhadjir Effendy Soroti Sampah Makassar, Ada Apa?

oleh -79 kali dilihat
Menko PMK Muhadjir Effendy Soroti Sampah Makassar, Ada Apa
Menteri PMK Muhadjir Effendy - Foto: dok kemdikbud
Wahyuddin Junus

Klikhijau.com – Bau tak sedap dari sampah Makassar dan sederet pengelolaannya akhirnya terendus juga oleh Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy.

Kunjungan kerja Menko PMK, Muhadjir Effendy di Makassar, Selasa (26/7/2022) ikut menyoroti masalah pengelolaan sampah di Kota Makassar. Menurutnya, sistem pengelolaan sampah di kota ini belum menunjukkan revolusi mental.

“Pengelolaan sampah di Kota Makassar masih jauh dari kata revolusi mental,” ujarnya.

Sorotan tersebut diungkapkan Muhadjir saat melakukan peninjauan Bank Sampah milik Pemerintah Kota Makassar di Kelurahan Paccerakang, Kecamatan Biringkanaya.

Dalam kesempatan itu juga, Muhadjir melihat produksi sampah di Kota Makassar belum sebanding dengan upaya menanggulanginya. Sebab, diketahui Makassar baru mengelola 10 persen sampah rumah tangga tiap hari.

“Nanti baru dikatakan revolusi mental masyarakat Kota Makassar, kalau mampu mengelola sampahnya 90 persen. Ini baru 10 persen. Masih jauh (revolusi mental),” tegasnya.

Itu pun, Pemkot Makassar hanya mengandalkan ulat maggot untuk mengurai sampah organik. Alatnya pun masih minim dan diimpor dari Korea Selatan.

KLIK INI:  'Capat' Sampah, Cara Ekopastoral Fransiskan Manggarai Tangani Sampah di Hari Bumi

Pengelolaan Sampah berbasis warga dari Manggala

Di tempat terpisah, sorotan Muhadjir atas pengelolaan sampah Makassar mendapat respons dari Founder Manggala Tanpa Sekat (MTS) Mashud Azikin.

Kepada media Klikhijau, Mashud menuturkan, budidaya maggot merupakan salah satu solusi mengatasi sampah organik rumah tangga (sisa makanan). Namun untuk skala kota Makassar yang volume sampahnya mencapai lebih dari 1000 ton perhari tentunya masih sangat jauh.

“Diperlukan program yang saling terintegrasi satu sama lain. Budidaya maggot masih terkendala pada biaya pengadaan sarana dan prasananya,” kata Mashud.

Menurut Alumnus Kimia Unhas ini, beban berat masalah sampah disandang Kecamatan Manggala Kota Makassar. Dengan volume sampah bertambah setiap hari yang membuat meradang di TPA Tamangapa, Antang.

Mashud merasa terpanggil dan menggalang satu komunitas yang mencoba bergerak untuk mengurai sampah organik dengan starter bakteri fotosintesis dan membuat produk eco-enzyme.

“Dibutuhkan metode penanggulangan yang praktis dan mudah dilakukan dalam skala rumah tangga yang bisa dilakukan secara mandiri oleh rumah tangga,” pungkas Mashud.

KLIK INI:  Kenali Jenis-Jenis Sampah dari 8 Sumbernya yang Mengepung Keseharian