Mengulik Cara Pembuatan POC dan Pestisida Nabati ala Mahasiswa KKN Unhas

oleh -39 kali dilihat
Mengulik Cara Pembuatan POC dan Pestisida Nabati ala Mahasiswa KKN Unhas
Mengulik Cara Pembuatan POC dan Pestisida Nabati ala Mahasiswa KKN Unhas-foto/ist

Klikhijau.com – Pertanian, pupuk, dan pestisida telah jadi bagian yang mulai tak terpisahkan. Ada dua jenis pupuk dan dan pestisida, kimia dan organik.

Pupuk dan pestisida yang harusnya digunakan para petani adalah pupuk organik dan pestisda nabati. Keduanya diyakini sebagai bahan yang berpihak pada lingkungan, juga kesehatan.

Salah satu jenis pupuk organik adalah pupuk cair organik yang biasa disingkap POC. Pupuk jenis ini merupakan hasil fermentasi bahan organik yang berbentuk cair.

Kandungan mineral dalam POC limbah buah misalnya, dapat meningkatkan kesuburan tanah dan memperkaya mikro biota tanah, selain itu kadar unsur hara pada limbah buah juga lebih tinggi daripada limbah sayuran, (Firdiani et al., 2022).

KLIK INI:  Atasi Sampah, PT PLN (Persero) Salurkan Bantuan Pengembangan Paving Block

Bahan pembuatan POC terbilang mudah didapatkan, seperti yang disosialisasikan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar pada hari Rabu lalu, 11 Januari 2023 lalu.

Bahan dan cara pembuatan

Mahasiswa KKN tersebut menggunakan bahan utama berupa limbah kulit pisang dan daun gamal atau ambas. Limbah kulit pisang sendiri mengandung unsur makro N, P, K. Kandungan tersebut masing- masing berfungsi untuk pertumbuhan dan perkembangan buah dan batang.

Selain itu juga mengandung unsur mikro Ca, Mg, Na, Zn yang dapat berfungsi untuk kekebalan dan pembuahan pada tanaman agar dapat tumbuh secara optimal sehingga berdampak pada jumlah produksi yang maksimal (Nasrun et al., 2016).

Penggunaan Effective Microorganisme (EM4) untuk mempercepat pembuatan pupuk cair dianggap sebagai teknologi karena bertujuan untuk mempercepat proses fermentasi (Siboro et al., 2013).

KLIK INI:  Mengaji dengan Nuansa Hijau di Rumah Tahfiz Alam KP2K Desa Kindang

Adapun gamal mengandung unsur nitrogen yang tinggi. Jaringan daun tanaman gamal mengandung 3,15% N, 0,22% P, 2,65% K, 1,35% Ca, dan 0,41% Mg (Ibrahim, 2002; Gustiar et al., 2020).

Saat mahasiswa KKN gelombang 109 itu melakukan sosialisasi di Tandabaca, Desa Kindang, Bulukumba. Mereka membawa alat berupa ember, selang, botol Aqua , lakban, karung, dan gunting. Alat-alat tersebut digunakan untuk membuat POC.

Sementara bahan yang disiapkan adalah kulit pisang 1 kg,  daun gamal 1 kg,  air kelapa 1 liter,  EM4 20 ml, gula merah 32 g,  air beras 1 liter, sabun colek, dan air.

Nurafika yang memandu sosialisasi pembuatan POC tersebut menjelaskan bahwa yang harus dilakukan adalah menyediakan alat dan bahan terlebih dahulu, setelah itu lubangi tutup ember dan tutup botol seukuran selang.

Langkah selanjutnya adalah memblender/cacah daun gamal dan kulit pisang, kemudian larutkan gula merah dalam 500 ml air. Setelah itu masukkan cacahan daun gamal dan kulit pisang pada karung.

Selanjutnya campurkan EM4 ke dalam larutan gula merah, masukkan karung, larutan EM4 dan gula, air beras, air kelapa, serta 1 liter air ke dalam ember.

KLIK INI:  Jarolli Tak Lagi Terbang Menuju Gunung Bawakareang

Setelah itu, olesi mulut ember dengan sabun colek, tutup ember lalu beri lakban di sekelilingnya, masukkan air pada botol hingga ½ nya, masukkan ujung selang pada lubang tutup botol dan tutup ember

Langkah terakhir lakukan fermentasikan selama 10-14 hari dan diaduk setiap 2 hari sekali.

Pembuatan pertisida nabati

Sedangkan untuk pembuatan pestisida nabati, bahan yang mereka gunakan adalah kulit bawang merah dan bawang putih.

Teknik dan bahan yang digunakan cukup sederhana. Bahannya hanya berupa kulit bawang merah dan bawang putih, sedangkan alatnya hanya botol air mineral dan air.

Kulit bawang merah dan bawang putih mengandung senyawa acetogenin. Pada senyawa ini dapat mengakibatkan hama tidak akan memakan tanaman bahkan dapat menyebabkan kematian pada hama tersebut.

Selain dapat mengendalikan hama, kulit bawang merah dan bawang putih juga dapat memberikan kesuburan bagi tanaman, sehingga dapat mempercepat pertumbuhan tanaman.

KLIK INI:  Terpilih Kembali Jadi Ketua BKS PII, Ini Harapan Bambang Goeritno!

Meliana Sonda yang memandu cara pembuatan pestisida nabati di depan warga Desa Kindang menguraikan, bahwa hal yang perlu dilakukan adalah mengambil kulit bawang lalu masukkan ke dalam botol hingga ½ atau ¼ botol.

Setelah itu, tambahkan air ke dalam botol hingga penuh lalu kocok sebentar. Langkah selanjutnya adala merendam selama 1 hari.

Hasil rendaman tersebut disaring lalu pindahkan ke botol spray—yang artinya pestisida nabati siap digunakan.

Cara penggunaannya cukup menyemprotkannya pada permukaan daun maupun batang. Pestisida nabati tersebut digunakan tergantung tingkat keparahan hama, bisa seminggu sekali, seminggu dua kali, bahkan seminggu tiga kali.

Pestisida nabati dari kulit bawang merah dan puti tersebut dapat mengendalikan hama berupa ulat maupun hama kutu.

Jadi, sahabat hijau selamat mencoba pembuatan POC dan pestisida nabati ala Mahasiswa KKN Unhas.

KLIK INI:  Tim Persiapan Pembentukan Saka Wanabakti dan Kalpataru Sambangi Universitas Gorontalo