Menularkan Spirit Hidup Hijau Versi penuh
Literasi Lingkungan

Mengintip Eksotisme Bunga Edelweiss yang Tersembunyi di Poros Kahayya

Klikhijau.com - Setiap melewati jalan poros Desa Kahayya. setelah tanjakan coko dari arah Desa Kindang, saya selalu melambatkan laju motor. Memerhatikan sebelah kiri jalan atau tepatnya menikmatinya....

Oleh Irhyl R Makkatutu 09 Jun 2026 14:23 3 menit baca

Klikhijau.com - Setiap melewati jalan poros Desa Kahayya. setelah tanjakan coko dari arah Desa Kindang, saya selalu melambatkan laju motor. Memerhatikan sebelah kiri jalan atau tepatnya menikmatinya. Ada pemandangan tersembunyi yang eksotis di sana. pada sepanjang jalan yang panjangnya sekitar dua ratus meter lebih itu.

Pemandangan yang mungkin luput dari pengguna jalan di sana, khususnya pengendara. Bahwa di sebelah kiri itu, yang tebing dan ditumbuhi tumbuhan liar. Tumbuh bunga abadi. Simbol cinta yang tak layu—bunga edelweiss.  Setidaknya begitulah Google Lens mengidentifikasi tumbuhan tersebut

Bunga edelweiss  yang bernama ilmiah Anaphalis javanica, bukan hanya memiliki keindahan bunga, tetapi ia termasuk jenis tumbuhan yang dilindungi. Ia tumbuh bukan pada sembarang tempat, hanya pada ketinggian tertentu. Di atas gunung.

Dan sejujurnya saya tak pernah menyangka akan ada bunga edelweiss yang tumbuh di Kahayya, di pinggir jalan pula. Dan barangkali bukan hanya saya yang berpikir begitu.

[irp]

Awalnya saya hanya penasaran dengan tumbuhan liar berdaun panjang, warnanya terlihat putih bercampur hijau dengan bunga berwarna putih.

Rasa penasaran itu membuat saya menghentikan motor. Padahal itu bukan pertama kalinya saya lewat di jalan itu. Tapi, telah berkali-kali. Tak lagi terhitung. Hanya saja, entah bagaimana pada hari yang masih pagi, saya tiba-tiba tertarik dengan bunga itu—yang  dulu setiap lewat, saya abai. Tak memerhatikannya.

Saya potretlah bunga itu dengan kamera gawai yang hasilnya “burik”. Setelahnya saya deteksi dengan google lens dan hasilnya mengarah ke bunga edelweiss.

Setelahnya saya telusuri foto-foto bunga edelweiss via google, dan rasa penasaran saya terjawab. Rupanya itu tumbuhan itu memang bunga edelweiss. Bunga yang telah lama ingin saya tahu lihat langsung tumbuh.

Keinginan itu tak perlu melangkah jauh untuk mewujudkannya. Sebab saya menemukannya pada tepi jalan yang selama ini sering, sangat sering saya lewati.

[irp]
Kenangan yang tak padam

Suatu waktu, saat pertama ke Malino. Saya membeli bunga edelweiss. Bunganya saja yang telah kering. Bunga edelweiss kering memang banyak dijual di pasar Malino. Karena sudah sejak lama saya sering menemukan kata bunga edelweiss, khususnya dalam cerpen-cerpen yang dimuat di majalah Aneka Yess. Maka sejak saat itu, rasa penasaran membatu dalam diri saya, seperti apa bentuknya.

Maka, ketika saya menemukan bunganya di jual di pasar Malino, tanpa pikir panjang dan tanpa drama tawar menawar saya langsung membelinya. Membawanya pulang ke Makassar dengan bahagia.

Bertahun-tahun kemudian, rasa percaya saya dengan sematan bunga abadi pada edelweiss semakin tak goyah. Kenapa? Ini rahasianya:

[irp]

Beberapa waktu lalu, setelah berbilang tahun berlalu dan saya membuka kembali arsip-arsip tempo dulu.  Saat akan memindahkan barang-barang dari Sungguminasa, Gowa ke Bulukumba. Bunga edelweiss yang saya beli di pasar Malino puluhan tahun lalu, rupanya masih ada, masih utuh dan aromanya masih tetap sama.

Jadi, pantas saja bunga ini dikenal dengan nama bunga abadi. Bunganya  tak mengenal kata layu, tak ada kata mati baginya yang sesungguhnya memang telah mati (kering).

Kembali ke bunga edelweiss yang tumbuh di jalan poros Kahayya itu. Apakah jenisnya sama dengan yang tumbuh di atas gunung atau malah ini adalah jenis edelweiss baru.

Jika kita merujuk berbagai situs yang memuat tentang edelweiss, rata-rata mengungkapkan bahwa edelweiss tumbuh di atas gunung. Pada cuaca yang dingin.

Pada laman Gramedia diuraikan bahwa edelweiss merupakan tumbuhan endemik yang hanya dapat tumbuh di ketinggian 2000 hingga 3000 mdpl. Sementara tempat tumbuh di jalan poros Kahayya kurang dari ketinggian 2000 mdpl. Pertanyaannya, jika bukan bunga edelweiss, lalu bunga apa, apa hanya mirip saja?. Namun, bunga jenis apa pun itu, tolong jangan dipetik apalagi dicabut untuk dibawa pulang. Biarkan saja tumbuh, jadi penghias jalan yang eksotis. Kita cukup menikmati keindahannya saja, tanpa harus memilikinya. [irp]
Topik terkait
#tanaman hias #tumbuhan liar #desa kahayya #tumbuhan endemik #pinggir jalan #edelweiss