Mengesankan, Ternyata Tumbuhan Bisa Tahu Siapa yang Memakannya
[hijau]Tumbuhan bertahan, sebab mempertahankan dirinya[/hijau] Klikhijau.com – Setelah sebuah penelitian mengungkapkan tanaman atau tumbuhan bisa mendengar (kamu bisa membacanya Tanaman Bisa Menden...
[hijau]Tumbuhan bertahan, sebab mempertahankan dirinya[/hijau]
Klikhijau.com – Setelah sebuah penelitian mengungkapkan tanaman atau tumbuhan bisa mendengar (kamu bisa membacanya Tanaman Bisa Mendengar dengan Baik Meski Tak Punya Telinga).
Kini sebuah penelitian mengungkapkan hal baru lagi mengenai tumbuhan yang lebih mengagumkan: tumbuhan bisa mengetahui siapa yang memakannya.
Untuk menerangkan perihal tersebut, saya ingin menampilkan secara utuh penjelasan dari Nationalgeographic.co.id. Penjelasan tersebut ditayangkan, Senin, 18 Maret 2019 dengan judul: Mengagumkan, Tumbuhan Mampu Ketahui Siapa yang Menyantap Mereka.
Kamu bisa membacanya hingga tuntas, agar tak menganggap cerita ini adalah fiksi. Katanya begini: Sama seperti beberapa makhluk hidup lainnya, tumbuhan juga telah melalui berbagai evolusi sebagai langkah bertahan hidup.
Tidak hanya warna, bentuk, atau kemampuan untuk memancing penyerbukan oleh makhluk lainnya, tumbuhan juga mengembangkan kemampuan mempertahankan diri.
[irp posts="885" name="6 Tanaman Mungil Anti Polusi Udara yang Wajib Ditanam di Halaman Rumah"]
Tumbuhan mengembangkan duri, racun, hingga agar mereka tidak dirusak atau dimangsa oleh makhluk lainnya. Menakjubkan? Ini belum seberapa. Mereka ternyata lebih aktif melawan makhluk herbivora daripada yang kita kira sebelumnya.
Sebuah studi yang dilakukan oleh Tim ahli biologi Leipzig University dan The German Centre for Integrative Biodiversity Research (iDiv), mengungkap bahwa tanaman Beech Eropa (Fagus sylvatica) dan sycamore (Acer pseudoplatanus) dapat membedakan apakah pucuk-pucuk mereka rusak akibat dimakan rusa atau karena gangguan lain, seperti badai misalnya.
Para peneliti melaporkan, ketika rusa memakan dedaunan muda mereka, pohon dapat merasakan liur hewan tersebut pada daun yang terluka atau rusak.
Tidak berhenti sampai di situ, hal ini kemudian memicu respons pohon untuk memproduksi hormon yang dikenal sebagai asam salisilat.
[irp posts="1466" name="Akibat Perubahan Iklim, Beragam Tanaman Purba ini Bangkit" Lagi seperti Zombie"]
Hormon tersebut kemudian menyebabkan terjadinya peningkatkan konsentrasi zat tanin pada bagian daun yang rusak.
Zat tanin memiliki rasa yang pahit dan lengket, sehingga bisa membuat rusa tak lagi bernafsu untuk menyantap dedaunan tersebut.
Tidak hanya itu, tanaman kemudian akan dengan segera memproduksi hormon pertumbuhan yang lebih banyak, sehingga tunas yang tersisa dapat tumbuh lebih cepat dan menggantikan bagian yang hilang akibat dimakan hewan.