Mengenal Tanaman Kemuning dan Ragam Manfaatnya untuk Kesehatan
Klikhijau.com - Tanaman kemuning (Rhodomyrtus tomentosa) merupakan tanaman keluarga Myrtaceae yang bunganya berwarna putih. Lalu mengapa disebut bunga kemuning? Tanaman kemuning ternyata masih berk...
Klikhijau.com - Tanaman kemuning (Rhodomyrtus tomentosa) merupakan tanaman keluarga Myrtaceae yang bunganya berwarna putih. Lalu mengapa disebut bunga kemuning?
Tanaman kemuning ternyata masih berkerabat dengan jambu, cengkih, dan kayu putih. Hal itu tampak sepintas saat mengamati dedaunnya yang kecil-kecil dengan warna hijau cukup terang.
Tanaman ini terbilang tanaman asli khas Asia, khususnya India dan Cina bagian timur hingga selatan. Kemuning juga dapat dijumpai di Hong Kong, Taiwan, Filipina, Malaysia, hingga Indonesia (khususnya wilayah Sulawesi).
Keberadaannya cukup mudah ditemukan baik di area pesisir, pegunungan tinggi, hutan rimba, maupun pesisir sungai.
Di Indonesia, tanaman ini dikenal dengan ragam nama lokal antara lain karumuning (bahasa Banjar), karamuntian (bahasa Minangkabau), kalimuntiong (Riau), harimonting (Batak), sementara di Sunda dijuluki harendong sabrang.
Inilah klasifikasi ilmiah pohon kemuning:
[irp]
Ciri fisik
Pohon kemuning bisa tumbuh dengan tinggi 4—12 meter. Letak daunnya berlawanan dan daun berbentuk oval. Bagian atas daun berwarna hijau mengilap, sedangkan bagian bawahnya berwarna abu-abu dan berbulu. Daun tersebut memiliki panjang 5—7 cm.
Bunga kemuning merupakan bunga tunggal atau berkelompok 2 hingga 3 bunga. Diameter bunga mencapai 2,5—3,5 cm. Warnanya beragam, mulai dari merah muda sampai ungu dengan banyak benang sari. Bunga kemuning sendiri tidak memiliki aroma.
Tanaman kemuning juga memiliki buah. Buahnya berbentuk lonjong dengan panjang 1—1,5 cm. Buah ini berwarna hijau. Saat menjelang matang, buah akan berubah menjadi merah kecokelatan sampai hitam.
Kulit buah kemuning seperti beludru. Buah yang sudah matang berwarna ungu dan teksturnya lunak. Terdapat sekitar 40—45 biji di dalamnya. Daging buah bagian dalamnya seperti anggur yang lebih berserat, tidak mengandung banyak air, dan rasanya manis.
Di alam, kemuning disebarluaskan oleh binatang yang memakan buah kemuning, seperti burung. Burung tersebut mengonsumsi buah kemuning dan menyebarkan tanaman ini melalui bijinya.
Buah kemuning banyak mengandung manfaat antara lain mengandung antosianin yang memiliki aktivitas anti-oksidan. Selain itu, kemuning juga mengandung flavonoid, tanin katkat, kuinon, dan berbagai mineral yang bermanfaat.
[caption id="attachment_25350" align="alignnone" width="620"] Tanaman kemuning - Foto: Anis Kurniawan/Klikhijau[/caption]
[irp]
Manfaat tanaman kemuning
Sahabat Hijau, selain dimanfaatkan sebagai tanaman hias, kemuning ternyata mengandung senyawa penting yang memiliki khasiat untuk pengobatan.
Senyawa yang dimaksud antara lain cadinene, geraniol, carene-3, methyl-antharanilate, bisabolene, paniculatin, eugenol, dan lainnya.
Lalu, pada bagian batang tanaman kemuning mengandung coumarin, 5-7-dimetrhoxy-8, dan mexotioin. Sementara di bagian bunganya terdapat kandungan scopoletin serta semi-alfa-carotenone pada buahnya.
Dari sekian banyak kandungan tersebut, kemuning memiliki ragam manfaat. Dilansir dari Rimbakita, berikut beberapa manfaat tanaman kemuning:
| Kingdom | Plantae |
| Divisi | Spermatophyta |
| Sub divisi | Angiospermae |
| Kelas | Dycotiledonae |
| Ordo | Sapindales |
| Famili | Rutaceae |
| Genus | Murraya |
| Species | Murraya paniculate (L.) |