Mengenal Buah Lerak, Detergen Organik Ramah Lingkungan

oleh -41 kali dilihat
Mengenal Buah Lerak, Detergen Organik Ramah Lingkungan
Buah lerak - Foto: AS
Anjar S Masiga

Klikhijau.com – Beberapa penjual batik merekomendasikan buah lerak sebagai bahan pencuci agar warna kain tradisional tetap terjaga. Metode pencucian dengan detergen organik dari alam ini merupakan warisan nenek moyang yang mungkin mulai terlupakan.

Mendengar nama lerak sedikit asing di telinga masyarakat pada umumnya, berbeda dengan individu yang telah menerapkan pola hidup ramah lingkungan.

Saya pun termasuk baru tahu bahwa ada deterjen alami setelah mendapatkan kiriman lerak dari teman yang telah menjadi pengguna lerak dalam beberapa tahun.

Kini dari pemilihan produk industri ramah lingkungan yang sejatinya hanya memberikan sedikit pengurangan pada pengrusakan, saya bisa beralih ke soapnuts.

KLIK INI:  Berinteraksi dengan Ruang Terbuka Hijau Mengurangi Rasa Kesepian

Mengenal buah lerak

Berdasarkan hasil pencarian di internet, biji dan buah lerak mengandung saponin (zat penghasil busa) hingga 28 persen. Terdapat juga senyawa alkaloid, polifenol, senyawa antioksidan, flavanoid, dan tannin.

Lerak memiliki beragam manfaaat, juga dapat digunakan dalam pembersih perabotan dan mengepel lantai. Bahkan bisa untuk memandikan dan membersihkan binatang peliharaan.

Ekstrak buah lerak dapat dijadikan bahan kosmetik, sampo, dan digunakan sebagai insektisida dan nemastisida atau juga sebagai antiseptik untuk pengobatan kudis.

Lerak merupakan tumbuhan berkayu yang banyak tumbuh liar di hutan Indonesia di ketinggian antara 450 sampai 1.500 MDPL.  Tumbuh rimbun dengan pohon menjulang tinggi antara 15 sampai 45 meter dengan diameter batang bisa mencapai 1 meter.

KLIK INI:  5 Peristiwa Alam yang Hanya Bisa Dijumpai di Musim Hujan

Lerak dikenal juga dengan nama lain rerek atau lamuran. Saat membuka paket buah lerak, sekilas penampakannya mirip kurma, berwarna coklat gelap. Agak lengket saat dipegang dan sedikit keras. Kebetulan yang saya gunakan sudah proses pemisahan dari bijinya. Jika masih utuh, buah lerak akan terlihat seperti buah lengkeng.

Cara mengolahnya

Setelah mendapatkan edukasi dari beberapa sumber terpercaya, pengelolaan lerak tidak begitu ribet rupanya. Bisa melalui proses permentasi beberapa hari sebelum direbus atau juga bisa langsung perebusan. Kalau saya memilih cara yang lebih mudah, dimasak dengan air secukupnya. Hasil rebusan itu lalu disaring dan siap digunakan.

Saat digunakan, air rebusan lerak dicampur dengan air biasa secukupnya lalu dikocok sehingga menghasilkan busa. Air rebusan berwarna coklat muda dengan aroma yang sedikit manis menyerupai aroma nenas yang lebih lembut. Sabun lerak juga aman untuk kulit.

Dengan mengganti sabun dari produk konvensional ke lerak berarti kita turut berkontribusi menjaga  lingkungan tetap stabil. Sabun yang mengandung senyawa kimia dan parfume artifical yang dapat merusak tanah, air dan lingkungan secara luas dan berdampak pada hewan dan tumbuhan.

Kandungannya juga berbahaya untuk kesehatan manusia karena bisa masuk ke tubuh melalui kulit atau saat dihirup. Dampaknya bisa membuat iritasi kulit, dan juga hormon distrupsi.

Semoga bermanfaat!

KLIK INI:  SD Inp Unggulan BTN Pemda Lakukan Penguatan Lingkungan Hidup