Seharusnya Kampus Jadi Pelopor Mengurangi Penggunaan Kertas
Klikhijau.com - Teknologi terus berkembang dengan gilang gemilang. Hadir satu per satu menjadi solusi pelbagai masalah manusia yang kian kompleks. Salah satu produk teknologi yang nyaris telah menj...
Klikhijau.com - Teknologi terus berkembang dengan gilang gemilang. Hadir satu per satu menjadi solusi pelbagai masalah manusia yang kian kompleks.
Salah satu produk teknologi yang nyaris telah menjelma menjadi kebutuhan primer yang setara makanan pokok adalah internet, terutama dalam dunia akademik.
Berbagai aplikasi diciptakan, dikembangkan dan didayakan untuk menunjang tuntutan akademik. Penggunaan email dan sosial media untuk korespondensasi misalnya dan seterusnya.
Sayang, tak semua di antara para dosen memanfaatkan kemajuan ini, kalau tak mau disebut ketinggalan. Spesies dosen kudet (kurang up date) masih ada yang justru menjauhi teknologi, yang juga berarti menghindari kemudahan.
[irp posts="3637" name="10 Tips Hemat Kertas di Tempat Kerja"]
Dalam banyak kasus misalnya, teknologi tak menjadi bagian solusi tetapi masalah tanpa menyadari cara mereka sendiri adalah masalah.
Kita masih akan dengan mudah menjumpai mahasiswa yang menenteng mesin ketik manual berkilo-kilo, bergerombol di sudut-sudut ruangan mengetik dengan kertas karbon laporan-laporan mereka yang bertumpuk-tumpuk.
Mengetik dengan mesin ketik bukanlah perkara mudah. Kesalahan tidak dapat dengan mudah dihapus dengan tombol-tombol tertentu sebab prinsip pengetikan manual adalah dapat diulang tetapi tidak dapat diperbaiki.
Kesalahan pengetikan barang satu dua huruf saja sudah cukup memaksa mahasiswa kembali mengulangnya dengan kertas baru. Sebab jika tidak, para asisten dosen yang sering kali tampak lebih mengerikan dari preman itu dengan seenak perut mencorat-coretnya. Tak jarang pula disobek-sobek tanpa ampun. Bukan sekali, tapi bisa dua tiga kali bahkan berkali-kali.
[irp posts="3646" name="Tiffanie, Perempuan Bunga Kertas"]