Membincangkan 4 Spesies Baru Kepiting yang Ditemukan di Indonesia
Klikhijau.com – Kepiting. Hmm, saya punya banyak kenangan tentangnya. Dulu sewaktu kecil. Saya kerap ke sungai atau ke selokan menangkapnya. Ada keseruan tersendiri saat berburu kepiting. Apalagi...
Klikhijau.com – Kepiting. Hmm, saya punya banyak kenangan tentangnya. Dulu sewaktu kecil. Saya kerap ke sungai atau ke selokan menangkapnya.
Ada keseruan tersendiri saat berburu kepiting. Apalagi ia memiliki ‘tangan’ (baca capit) yang bergerigi. Ketika menjepit tangan akan sangat terasa sakitnya
Hasil perburuan itu, biasanya saya masak, namun lebih banyak sebagai alat untuk mainan saja. Di kampung saya, kepiting memiliki nama tersendiri, yakni kombeng. Dan capitnya bernama passipi’
Maka ketika berburu kombeng. Orang-orang akan menamainya lampa kombeng—artinya pergi mencari kepiting.
[irp]
Ukuran kombeng di kampung saya kecil, apalagi yang hidup di sungai atau selokan air. Dulu saya berpikir kombeng hanya terdapat di sungai atau kali.
Pun ukurannya kecil saja dan hanya satu jenis. Namun rupanya itu keliru, kepiting memiki banyak jenis. Belum lama ini Peneliti Pusat Penelitian Oseanografi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Dwi Listyo Rahayu berhasil menemukan empat spesies baru kepiting dari perairan di wilayah Timur Indonesia.
Spesies tersebut telah lama ditemukan oleh Dwi. Misalnya Typhlocarcinops hirtus yang berasal dari Lombok penelitian dilakukan pada tahun 2004-2009, sedangkan Typhlocarcinops lapillus dari Tanimbar adalah koleksi tahun 1994. Sementara itu spesies Typhlocarcinops robustus dan Typhlocarcinops raouli dari Timika merupakan temuan penelitiannya pada tahun 2000-2002.
Untuk lebih terangnya, berikut penjelasan singkat mengenai spesies baru kepiting tersebut:
[irp]
-
Typhlocarcinops hirtus
-
Typhlocarcinops lapillus
-
Typhlocarcinops robustus
-
Typhlocarcinops raouli