Membicarakan Sampah dan Penegakan Hukum
Klikhijau.com – Membicarakan sampah dan penegakan hukum yang diinisiasi Jurnal Warung Kopi dengan membedah buku karya Guru Besar bidang hukum internasional berjudul Pengelolaan dan Penegakan Hukum Sam...
Klikhijau.com – Membicarakan sampah dan penegakan hukum yang diinisiasi Jurnal Warung Kopi dengan membedah buku karya Guru Besar bidang hukum internasional berjudul Pengelolaan dan Penegakan Hukum Sampah Plastik di Indonesia, bersambut antusias dengan partipasi kehadiran penanggap dari berbagai arah.
Buku yang ditulis Prof. Maskun bersama timnya disambut sebagai penguatan yang berpartisipasi dalam gerakan mengupayakan keberlanjutan lingkungan. Kehadiran praktisi, akademisi dan beberapa lembaga lainnya menyimpul temu penuh energi.
Founder Komunitas Manggala Tanpa Sekat (MTS), Mashud Azikin, menyambut audience dengan harapan pertemuan yang berlangsung di Kedai Kopi desKopidi, Kecamatan Manggala, Kota Makassar dapat menjadi tambahan energi untuk dapat mengiliminasi isu sampah plastik. Diakuinya dampak sampah plastik mungkin tidak dirasakan langsung tapi seiring waktu akan dirasakan anak atau cucunya.
[irp]
“Dampak yang ditimbulkan sampah, sama dampaknya jika kita abai terhadap sampah, dan dampaknya tidak memilih latar belakang termasuk background pendidikan, siapapun mencium bau tak sedap timbulan sampah. Sehingga kita perlu merubah mindset kita tentang konsep sampah, jangan abai, sedikitnya kita sudah bersama pak Makmur itu terus mengupayakan menahan sampah untuk tidak sampai ke TPA,” ujar Mashud, pegiat yang konsen pada sampah organik dengan produk ecoenzymenya.
Mengingat kembali isi buku Prof. Maskun, Mashud mencoba mengingat beberapa regulasi hukum yang dilampirkan, mengakui beberapa regulasi hukum bagus secara aturan.
“Namun secara penerapan itu tidak berkelanjutan,” sambungnya.
Melalui pendeketan ekonomi penanganan sampah sebagai salah satu mata pencaharian semakin getol didorong, melalui konsep ekonomi sirkur. Hal ini ditegaskan Makmur sebagai penggiat yang telah puluhan tahun bersentuhan dengan sampah.
[irp]
“Prospek ekonomi dari sampah plastik itu menjanjikan karena permintaan besar, sampai saat ini sudah ada beberapa yang masuk permintaan dari negara yang berbeda,” seru Maskur, menyemangati pendengar untuk lebih memperhatikan sampah.
Suasana seusai diskusi Pengelolaan dan Penegakan Hukum Sampah Plastik di Indonesia-foto/Arman[/caption]
[irp]