Membawa Tumbler itu Repot, tapi Asyik

oleh -78 kali dilihat
Membawa Tumbler itu Repot, tapi Asyik
Membawa tumbler ke mana-mana asyik dan bermanfaat/Foto-Idris
Irhyl R Makkatutu

Klikhijau.com – Jika dari Makassar dan kamu bergerak ke selatan, kamu akan temukan satu kabupaten yang telah mendeklarasikan gerakan membawa tumbler.

Naman gerakannya, Bulukumba membawa tumbler. Kenapa harus ada gerakan seperti itu? Sebab membawa tumbler adalah upaya sederhana untuk menjaga lingkungan dari kezaliman kemasan air minum berbahan plastik sekali pakai.

Selain itu, menenteng tumbler ke mana-mana kini telah banyak dilakukan oleh masyarakat, tak hanya masyarakat biasa, bahkan telah menyentuh dunia artis.

KLIK INI:  5 Tips Mudah Agar Tumbler Bersih dan Bebas dari Bau

Nadine Chandrawinata adalah salah satunya yang setia membawa tumbler. Nadine memang termasuk selebritas tanah air yang gencar mengampanyekan pola hidup ramah lingkungan.

Membawa tumbler baginya adalah salah satu usaha mengurangi sampah plastik yang banyak menghuni lingkungan dan laut.

“Orang pakai tumbler bukan kolot kok, artinya dia pintar dia bisa bertanggung jawab dengan apa yang dia kerjakan khususnya untuk air,” tegas Nadine suatu ketika.

Asyik dan membanggakan

Menenteng tumbler ke mana-mana memang punya tantangan tersendiri, misalnya ada saja orang yang menganggapnya aneh alias kolot seperti yang dikatakan Nadine.

Tidak hanya itu, menggunakan tumbler juga kerap dianggap terlalu repot, padahal ada cara simple untuk mendapatkan air minum, yakni membeli air kemasan, setelah selesai maka kemasannya tinggal dibuang, tak perlu dibawa ke mana-mana.

KLIK INI:  7 Tips Sederhana yang Bisa Diterapkan untuk Mengatasi Sampah Fesyen

Namun, letak masalahnya pada membuang kemasannya itu. Sebab akan berakhir mencemari lingkungan dan laut dalam waktu yang cukup lama.

Iya, sampah plastik merupakan salah satu jenis sampah yang sulit diurai. Dari semua jenis sampah plastik, botol plastik adalah salah satu sampah terbanyak tiap tahunnya.

Meski demikian, masih banyak orang yang memilih menggunakan minuman kemasan plastik sekali pakai. Alasannya lebih praktis, dan memang itu benar.

Namun, alangkah bijaknya jika alasan klasik itu ditinggalkan demi lingkungan yang kita huni, demi masa depan.

Percayalah membawa tumbler memang repot pada awalnya! Tapi, lama-kelamaan akan sangat mengasyikkan dan membanggakan. Saya telah merasakannya.

KLIK INI:  Liestiaty F Nurdin Sadarkan Pelajar Parepare akan Bahaya Plastik