Memahami Proses Transpirasi dan Fungsinya bagi Tumbuhan
Klikhijau.com – Tumbuhan mengalami transpirasi dalam pertumbuhannya. Apa itu transpirasi dan bagaimana fungsinya bagi tumbuhan? Transpirasi adalah proses kehilangan air dalam bentuk uap dari jaring...
Klikhijau.com – Tumbuhan mengalami transpirasi dalam pertumbuhannya. Apa itu transpirasi dan bagaimana fungsinya bagi tumbuhan?
Transpirasi adalah proses kehilangan air dalam bentuk uap dari jaringan tumbuhan melalui stomata. Dikutip dari buku Fisiologi Tanaman karya Benyamin Lakitan (2000), kemungkinan kehilangan air dari jaringan tanaman melalui bagian tanaman yang lain dapat saja terjadi. Namun, porsi kehilangan tersebut sangatlah kecil dibanding yang hilang melalui stomata.
Proses transpirasi berlangsung selama selama tumbuhan tetap hidup. Sebuah penelitian yang dilakukan di Utah State University berhasil melakukan percobaan untuk menghitung berapa banyak air yang hilang melalui transpirasi pada tanaman jagung.
Hasilnya ditemukan bahwa jumlah air yang hilang pada tanaman jagung mulai dari saat tanaman berkecambah hingga panen setara dengan total 450 mm curah hujan. Atau untuk menghasilkan 1 kg berat kering jagung diperlukan sekitar 225 kg air yang hilang melalui transpirasi.
[irp]
Mengapa banyak air hilang saat transpirasi?
Lalu, mengapa banyak air yang hilang ke atmosfer melalui tanaman untuk menghasilkan 1 kg berat kering tanaman? Ada dua alasan yang dapat menjelaskan hal ini. Mari kita ikuti pembahasan lanjutannya berikut ini: Pertama, bahan yang terkandung dalam tanaman sebagian besar adalah senyawa kerangka karbon. Karbon tersebut berasal dari udara dalam bentuk karbon dioksida (CO2). Tumbuhan menyerap CO2 tersebut melalui stomata. Bila tumbuhan ingin menyerap lebih banyak CO2, maka stomata harus dibuka lebar. Konsekuensinya adalah akan semakin banyak tumbuhan kehilangan air, karena baik CO2, maupun uap air bergerak melalui stomata yang sama. Kedua, pada siang hari tumbuhan menerima radiasi matahari. Sebagian dari radiasi matahari ini akan diserap tumbuhan. Jika serapan energi matahari ini tidak diimbangi dengan usaha untuk membebaskan energi tersebut, maka suhu tumbuhan akan meningkat. Peningkatan suhu yang berlebihan akan mengganggu metabolisme tumbuhan. Transpirasi merupakan proses yang membutuhkan banyak energi dalam tahap penguapan dari molekul-molekul air. Untuk menguapkan 1 g air diperlukan energi lebih dari 580 kalori. [irp]Apa yang menentukan laju transpirasi?
Nah, laju transpirasi ditentukan oleh dua variabel penting. Pertama, perbedaan kerapatan uap air (vapour pressure) antara rongga sub stomatal dengan udara bebas di sekitar tumbuhan. Kedua, daya hantar stomata. Berdasarkan kedua hal tersebut di atas, laju transpirasi dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut: E=gs x VPD.E = laju transpirasi
Gs = daya hantar stomata
VPD = perbedaan kerapatan uap air antara rongga sub stomata dan udara bebas yang ada di sekitar tanaman
Daya hantar stomata secara langsung dipengaruhi oleh besarnya bukaan stomata. Semakin besar bukaan stomata, maka daya hantarnya akan semakin tinggi. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi laju transpirasi antara lain:- Faktor-faktor internal yang mempengaruhi buka tutup stomata.
- Kelembaban udara sekitar tanaman.
- Suhu udara.
- Suhu daun tanaman.