Melirik Potensi Kacang Panjang yang Bersifat Dwiguna

Klikhijau.com -  Kacang panjang (Vigna sinensis L.) terkadang dijadikan sebagai teka-teki—apa meski sudah dipotong pendek tetap saja panjang? Jawabannya, iya kacang panjang. Tanaman ini merupakan  ...

Melirik Potensi Kacang Panjang yang Bersifat Dwiguna
Bacakan Artikel

Klikhijau.com -  Kacang panjang (Vigna sinensis L.) terkadang dijadikan sebagai teka-teki—apa meski sudah dipotong pendek tetap saja panjang? Jawabannya, iya kacang panjang.

Tanaman ini merupakan  tanaman perdu semusim. Di Indonesia tanaman dari ordo Rosales ini banyak dibudidayakan oleh masyarakat.

Kegunaannya cukup banyak, baik  sebagai sayuran maupun sebagai lalapan. Mengonsumsi kacang panjang diyakini  dapat meningkatkan gizi masyarakat.

Hal itu karena, tanaman dari famili Leguminoceae ini sebagai sumber vitamin A, vitamin B, vitamin C, dan mineral.

[irp]

Tanaman ini sebenarnya bukan asli Indonesia, tapi berasal dari Afrika dan India. Namun, saat ini telah berumah di banyak negara dengan nama yang berbeda, di Jawa dinamai  kacang lanjaran, di Cina bernama taukok, di Philipina bernama sitao, dan di Malaysia dinamai kacang belut.

Kacang panjang  adalah tanaman hortikultura. Biasanya ditanam baik secara monokultur maupun sebagai tanaman sela.

Kandungan yang terdapat pada biji tanaman kelas Angiospermae ini cukup banyak di antaranya lemak, protein, lemak dan karbohidrat.

Bagi ibu menyusui, mengonsumsi daun kacang panjang sangat baik, karena dapat dapat memperbanyak air susu ibu atau ASI.

I Ketut Arsa Wijaya (2018) mengungkapkan, komoditi ini adalah salah satu sumber protein nabati yang cukup potensial.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: